Trafficking merajalela di Banyumas

Ditulis 24 Okt 2009 - 18:46 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Penanganan kasus perdagangan manusia atau trafficking khususnya perempuan dan anak di Kabupaten Banyumas belum mampu ditangani sepenuhnya oleh Pemerintah akibat minimnya dana. Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam hal ini lewat Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana mengakui jika dana yang tersedia terutama untuk sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat sangat tidak memadai.

“Dana yang tersedia diambil dari APBD II sangat kurang hanya Rp.100 juta / tahun untuk 27 Kecamatan sedangkan minimalnya satu kecamatan dianggarkan sekitar Rp.50 juta” ungkap Ir. Tjutjun Sunarti R Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana kepada BanyumasNews.Com pagi Sabtu (24/10).

Namun menurut Tjutjun meskipun dana yang tersedia sangatlah minim, pihaknya tetap akan memaksimalkan berbagai upaya untuk mencegah dan memutus mata rantai perdagangan manusia di Kabupaten Banyumas. Tjutjun juga mengakui sulitnya memutus mata rantai perdagangan manusia akibat terorganisirnya secara rapih pelaku perdagangan manusia, bahkan pelakunya seperti makelar tanah. Tjutjun menuturkan bahwa kebanyakan korban perdagangan dieksploitasi baik itu secara seksual, diperbudak, dijadikan pengemis, diambil organ tubuhnya dan lain sebagainya. Para korban dipaksa dibawah ancaman sehingga tidak mampu berbuat apa – apa. Umumnya mereka lemah secara ekonomi dan juga pendidikan.

Pada tahun 2009 di Kabupaten Banyumas hingga bulan September sudah ada 6 kasus trafficking namun baru 1 kasus yang diproses secara hukum. Adapun wilayah Banyumas yang sering menjadi sasaran trafficking yaitu Ajibarang, Gumelar, Cilongok, dan juga Rawalo.

“Tidak tertutup kejadian akan terjadi di wilayah lain, kita tidak mungkin bekerja sendiri, untuk itu kita bekerja sama dengan aparat kepolisian, kejaksaan, LSM, Perangkat desa/kecamatan, Pers dan juga masyarakat untuk memerangi trafficking di Kabupaten Banyumas” kata TjuTjun (banyumasnews.com/cit)

Tentang Penulis

Leave A Response