Diknas sosialisasikan model pendidikan berprespektif gender

Ditulis 24 Okt 2009 - 18:42 oleh Banyumas1
Peserta Sosialisasi Pendidikan Berprespektif Gender (foto:cit/BNC)

Peserta Sosialisasi Pendidikan Berprespektif Gender (foto:cit/BNC)

PURWOKERTO – Bertempat di Balai Kelurahan Purwokerto Kulon, Sabtu (24/10) Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas melaksanakan kegiatan sosialisasi model pendidikan berprespektif gender bagi para tenaga pendidik dan kependidikan.

Drs. Purwadi Santoso M.Hum Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menuturkan kepada BanyumasNews.Com (BNC) bahwa acara tersebut merupakan bentuk aksi Dinas Pendidikan terhadap pengarus utamaan gender. Harapannya para tenaga pendidik beserta kelengkapannya memahami betul apa yang dimaksud dengan pendidikan berprespektif gender dan mengimplementasikannya dalam proses belajar mengajar di lingkungan sekolah masing – masing. Hadir sebagai pembicara adalah Dra. Sri Hartati Kepala Sekolah SMA 4 Purwokerto, Drs. Purwadi Santoso M.Hum Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Siswoyo Kabid Pendidikan non Formal Dinas Pendidikan Banyumas, Drs. FX. Hardono dan Komar, SPd.

Dalam paparannya Siswoyo Kabid Pendidikan non Formal Dinas Pendidikan Banyumas, menuturkan, ketimpangan gender dalam pendidikan, antara lain berwujud kesenjangan memperoleh kesempatan yang konsisten pada setiap jenis dan jenjang pendidikan. Perempuan cenderung memiliki kesempatan pendidikan yang lebih kecil dibandingkan dengan laki-laki, semakin tinggi jenjang pendidikan, semakin lebar kesenjangannya. Siswoyo menambahkan ketimpangan gender dapat pula diamati dari segi isi buku pelajaran. Kebanyakan muatan buku pelajaran, khususnya Bahasa dan Sastra, IPS, PPKN, Pendidikan Jasmani, Kesenian dan sejenisnya, yang membahas kedudukan perempuan dalam masyarakat cenderung masih menganut nilai-nilai yang bias gender. Perempuan dalam buku-buku tersebut masih di tempatkan dalam peran-peran domestik (domestic roles), sebaliknya laki-laki diposisikan dalam peran-peran publik (productive roles). Siswoyo menuturkan langkah konkret yang perlu segera diambil adalah merumuskan kebijakan gender dalam pendidikan nasional.

Adapun peserta berjumlah sebanyak 300 orang yang berasal dari pengawas SD, penilai sekolah, tenaga lapangan dikmas di kecamatan, guru – guru SD, tutor Paud, tutor kejar paket A, B, dan C. Acara yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB baru berakhir sekitar pukul 17.00 WIB (banyumasnews.com/cit)

Tentang Penulis

Leave A Response