Memprihatinkan, kekerasan seksual anak di Banyumas tinggi

Ditulis 24 Okt 2009 - 18:38 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Angka kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Banyumas semakin memprihatinkan. Dari data Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Banyumas, tahun 2008 lalu saja jumlahnya ada sebanyak 36 kasus sedangkan sampai bulan September 2009 meningkat menjadi 57 kasus. Menurut Tjutjun Sunarti R Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, umumnya kekerasan seksual yang terjadi adalah pencabulan dan pemerkosaan. Kekerasan tersebut terjadi baik terhadap anak laki – laki maupun perempuan namun sebanyak 75 % korban diantaranya adalah perempuan.

“Posisi anak sangat rentan terhadap segala bentuk kekerasan dan eksploitasi seksual, mereka sering diancam dan dipaksa oleh orang – orang terdekatnya bahkan oleh bapaknya sendiri” ungkap Tjutjun kepada BanyumasNews.Com (BNC) Sabtu (24/10).

Tjutjun menuturkan bahwa Kabupaten Banyumas menempati peringkat 10 besar dalam hal kekerasan seksual berbasis gender se – Propinsi Jawa Tengah. Anak yang menjadi korban umumnya berumur dari 6 s/d 17 tahun, namun ada kasus dimana korbannya masih berumur 3, 5 tahun dan pelakunya adalah kakek si korban. Hal ini menurut Tjutjun merupakan indikasi bahwa berapapun umur si anak sangat rentan mengalami kekerasan seksual baik oleh orang terdekatnya maupun dari orang yang tidak dikenalnya.

Ketika disinggung soal upaya pencegahan yang telah dilakukan pihak Pemkab lewat BPPKB, Tjutjun mengungkapkan pihaknya sudah berupaya semaksimal mungkin dengan melakukan sosialisasi dan juga penyuluhan bukan saja ke tiap kecamatan dan desa tetapi juga ke sekolah – sekolah namun pihaknya mengakui bahwa mengalami kesulitan dalam hal pendanaan terkait pembinaan kader – kader di tiap wilayah se – Kabupaten Banyumas. Namun begitu, Tjutjun mengatakan pihaknya tetap melakukan kerjasama dengan pihak – pihak terkait seperti LSM, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Perangkat desa, dan berbagai organisasi kemasyarakatan lainnya untuk menanggulangi kasus kekerasan seksual di Kabupaten Banyumas (banyumasnews.com/cit)

Tentang Penulis

Leave A Response