Dana minim, angka kematian ibu di Banyumas tinggi

Ditulis 23 Okt 2009 - 05:52 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Jumlah angka kematian Ibu saat kehamilan di Kabupaten Banyumas hingga bulan September 2009 cenderung mengalami kenaikan dibandingkan tahun 2008 yang lalu. Di tahun 2008 ada sebanyak 27 kasus sedangkan tahun 2009 ini hingga bulan September 2009 tercatat sudah ada 30 kasus yang terjadi.

“Padahal belum akhir tahun namun angka kematian ibu sudah mencapai 30 orang, 1 kejadian saja merupakan kejadian luar biasa” ungkap Henny S, M, Kes staff Bidang KIA Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas kepada BanyumasNews.Com pagi (BNC) Jum’at (23/10) tadi.

Namun menurut Henny angka tersebut jauh lebih kecil dari rasio yang ditentukan oleh nasional maupun Jateng yaitu 125 kasus / 100.000 kelahiran hidup. Di Banyumas angka kelahiran hidup tahun 2009 sebanyak 27450. Henny mengungkapkan kebanyakan kematian adalah akibat dari pendarahan, infeksi, dan Eklampsi atau keracunan saat kehamilan. Selain itu pengetahuan masyarakat akan kehamilan yang sangat kurang ditengarai menjadi penyebabnya.

Ketika disinggung peran pemerintah dalam mencegah kematian Ibu, Henny mengatakan bahwa Pemkab sudah melakukan berbagai upaya pencegahan diantaranya pemantapan dan monitoring kinerja bidan, optimalisasi desa siaga, pemberdayaan masyarakat dan juga pelayanan Ante natal care namun hanya saja dana yang tersedia untuk KIA (kesehatan ibu dan anak) sangatlah minim sehingga menjadi kendala dalam upaya menurunkan angka jumlah kematian ibu khususnya dengan cara penyuluhan dan sosialisasi (banyumasnews.com/cit)

Tentang Penulis

Leave A Response