Pembangunan Museum Wayang dan Geologi dikebut

Terus dikebut agar pebangunan Museum Wayang dan
Terus dikebut, pembangunan Museum Wayang dan Geologi (foto:tgr/BNC)

PURBALINGGA – Pembangunan museum wayang dan geologi di kompleks wisata Taman Buah Kutasari, kini tengah dikebut penyelesaiannya. Ditargetkan, pembangunan fisiknya selesai pada pertengahan bulan Desember 2009. Pembangunan museum tersebut untuk melengkapi wahana wisata Taman Reptil dan Insekta serta Museum Uang yang berada satu kompleks di Taman Buah Kutasari.

Bupati Purbalingga Drs H Triyono Budi Sasongko, M.Si mengatakan, penambahan obyek wisata baru di kompleks taman buah dimaksudkan sebagai upaya untuk memberikan kepuasan dan daya tarik bagi pengunjung. “Paling tidak, pengunjung akan puas karena ada penambahan wahana baru. Ini juga menjadi komitmen Pemkab dalam menambah wahana obyek wisata baru setiap tahunnya agar wisatawan semakin betah ke Purbalingga,” kata Bupati Triyono, Kamis (22/10).

Bupati Triyono mengungkapkan, isi koleksi museum wayang dan geologi nantinya berisi berbagai macam jenis wayang baik wayang kulit dan wayang golek, serta berbagai peninggalan benda-benda purbakala yang belakangan banyak ditemukan di wilayah Purbalingga. Keberadaan museum wayang ini paling tidak untuk memberikan pencerahan dan informasi kepada anak cucu kita bahwa wayang sudah dikenal sejak zaman prasejarah yaitu 1.500 tahun sebelum Masehi.

“Melalui museum wayang, kita bermaksud mengenalkan seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Wayang juga telah diakui oleh UNESCO sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga,” kata Bupati Triyono.

Sementara untuk isi koleksi benda-benda arkeologi, pihak Pemkab akan dibantu Museum Arkeologi Nasional dan Fakultas Geologi ITB. “Koleksi benda-benda pra-sejarah yang ditemukan di Purbalingga khususnya di sisi timur Gunung Slamet, juga akan disimpan di museum ini,” kata Bupati Triyono sembari menambahkan, peresmian museum dijadwalkan berbarengan dengan peringatan HUT Kabupaten Purbalingga ke 179 tanggal 18 Desember 2009.

Sementara itu, Kabid Prasarana Fisik Bappeda, Siswanto, S.Pt, M.Si mengatakan, bangunan fisik museum berukuran 12 x 24 meter dengan biaya diambilkan dari APBD Perubahan senilai Rp 350 juta. “Pekerjaan fisik bangunan dilakukan selama 75 gari dan harus selesai paling tidak tanggal 10 Desember 2009,” kata Siswanto. (banyumasnews.com/tgr)

1 Comment

  1. Baguuuuus! Semua ke Purbalingga! he..he… Btw, ini terobosan cerdas, dimana wisata tidak hanya rekreasi fisik dan senang-2 macam di Owabong. Tapi juga ada wisata untuk pembelajaran, menuju masyarakat yang lebih intelectualized dan beradab. Ciri peradaban sebuah kota adalah adanya museum-2.
    TBS memang fenomenal dan ‘monumentalist’… Semoga menginspirasi daerah lainnya.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.