Jelang Adipura, PKL liar akan ditertibkan

Ditulis 21 Okt 2009 - 17:19 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Menjelang pemantauan pertama (P1) tahun 2009 – 2010  lomba Anugerah Adipura, Pemkab Purbalingga akan kembali menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) liar yang mangkal bukan pada lokasi resmi. Penertiban akan dilakukan oleh Satpol PP bekerjasama dengan instansi terkait lainnya. Sementara penilaian Adipura sendiri akan dilakukan pada tenggat waktu 26 – 28 Oktober 2009.

“Berdasar pemantauan Tim Adipura Pemkab, masih dijumpai para PKLyang berjualan tidak pada tempatnya. Mereka berada di seputar kota seperti di Jalan Jenderal Soedirman, jalan Ahmad Yani, serta ruas jalan lainnya. Selain itu, juga penertiban PKL di alun-alun,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Purbalingga, Kodadiyanto, SH, MM ketika memimpin rapat persiapan penilaian lomba Adipura di ruang rapat Bupati, Rabu (21/10).

Rapat diikuti oleh anggota Tim teknis pengendali Adipura, anggota tim teknis Adipura, dan para pimpinan Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD) yang menjadi lokasi titik pantau penilaian.

Menurut Kodadiyanto, Pemkab tidak melarang PKL untuk berjualan, namun aktivitas PKL harus tertib dan sesuai dengan lokasi serta waktu yang telah ditentukan. PKL alun-alun, misalnya, Pemkab memberikan ijin para pedagang mulai mendirikan tenda pada pukul 15.00 WIB, namun, belakangan, ada tenda-tenda PKL yang sudah didirikan pada jam 14.00 WIB, bahkan ada yang didirikan lebih awal lagi.

“Kami menghimbau kepada PKL khususnya di alun-alun tetap memenuhi kesepakatan  seperti sebelumnya. PKL juga kami harap ikut menjaga kebersihan lingkungannya, termasuk kebersihan toilet umum di pojok alun-alun,” kata Kodadiyanto.

Selain ketertiban PKL, Pemkab juga telah meminta kontraktor dari Jakarta yang melakukan penggalian jalan dan trotoar untuk pekerjaan pemasangan kabel serat optik. “Kami sudah menegur pihak kontraktor, agar segera menyelesaikan pekerjaan pemasangan kabel khususnya di kota, sebelum pelaksanaan penilaian Adipura,” tegas Kodadiyanto.

Kodadiyanto juga mengungkapkan, berdasar pemantauan yang dilakukannya di sejumlah titik pantau, diperoleh temuan adanya fungsi tempat sampah yang belum optimal. Pemilahan sampah basah dan sampah kering masih diabaikan. Temuan lainnya, seperti pemanfaatan trotoar jalan untuk lahan parkir atau peruntukan fungsi lainnya, drainase yang tersumbat, kurangnya ruang terbuka hijau, kebersihan pasar kurang dan minimnya tempat sampah.

“Beberapa pot tanaman juga ada yang pecah, dan tanamannya mati. Oleh karenanya kami meminta segera SKPD terkait untuk melakukan pembenahan kekurangan yang telah ditemukan,” kata Kodadiyanto.

Kodadiyanto menambahkan, untuk menggugah kembali masyarakat menggerakan kebersihan, Pemkab terus melakukan sosialisasi baik melalui siaran keliling pihak Humas dan kecamatan kota, spot iklan ajakan kampanye kebersihan melalui radio Pemkab, dan melalui spanduk. “Kami juga kembali menggerakan karyawan Pemkab untuk melakukan kegiatan jum’at bersih,” tambah Kodadiyanto. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response