Perkosa gadis dibawah umur, tujuh pemuda divonis 9 tahun

Ditulis 20 Okt 2009 - 19:59 oleh Banyumas1

MAGELANG – Terbukti secara sah melakukan tindak perkosaan terhadap gadis dibawah umur, tujuh warga Tonoboyo, Bandongan, Magelang dijatuhi hukuman masing-masing selama sembilan tahun penjara. Selain itu terpidana juga diharuskan membayar denda Rp 60 juta subsider 3 bulan kurungan.

Ketujuh terpidana tersebut adalah Rafik Munawar (25), Fahrudin (26), Budi Cahyono (22), Achmad Sakroni (29), M Tapsir (25), M Mustakim (40) dan Bangkit Riyanto (19). Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Kristanti Yuni Purnawanti SH, yakni 15 tahun penjara dan denda Rp 60 juta subsider 6 bulan kurungan.
Menanggapi vonis di atas, Jaksa menyatakan pikir-pikir. Di sisi lain, para terdakwa yang selama persidangan didampingi penasehat hukumnya, Basuki Rahmat SH, bisa menerima.
Selain tujuh terpidana tersebut, dua pelaku lainnya yang masih dibawah umur dan disidang terpisah juga diganjar hukuman penjara. Hanya saja, hukumannya lebih ringan dibanding tujuh rekan lainnya. Kedunya masing-masing, Joko Suridho (16) divonis lima tahun penjara dan membayar denda Rp 60 juta subsider 3 bulan kurungan, dan Agus Setiawan (20), meski hanya sebatas meraba-raba tubuh korban, divonis hukuman 18 bulan penjara.

”Perbuatan itu melanggar Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” kata majelis hakim yang diketuai, Moch Ali SH, Selasa (20/10).

Hal-hal yang memberatkan terdakwa, perbuatan para terdakwa meresahkan masyarakat dan menimbulkan trauma yang mempengaruhi perkembangan jiwa korban yang masih anak-anak. Sedang hal yang meringankan, terdakwa berlaku sopan, terus terang, menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi, dan belum pernah dihukum.

Peristiwa mengenaskan yang menimpa korban, An (13), pelajar SMP, terjadi pada Sabtu (16/5) malam hingga Minggu (16/5) dini hari, di rumah Rafik Munawar, Dusun Kebatan, Tonoboyo, Magelang. Korban digarap secara bergilir oleh sembilan pemuda. Usai melampiaskan hasrat biologisnya, para terdakwa iuran hingga terkumpul uang Rp 49.000, lalu diberikan kepada korban. Uang pemberian kawanan pemuda tadi dijadikan bekal bagi korban untuk pulang ke rumah orangtuanya di Salaman.

Berdasarkan hasil visum et repertum dokter Siamsari Roharni dari Puskesmas Salaman I diketahui, hymen pada barang paling pribadi milik korban sudah tidak utuh lagi akibat terkena benturan benda tumpul (banyumasnews.com/tgr).

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. toni 21/05/2010 pukul 00:03 -

    ya yang begituan emang harus di kasih pelajaran ,soal nya bikin malu ,tonoboyo , mengingat tonoboyo tempo dulu ,kok sekarang jadi sedemikian bejat nya!!!!

Leave A Response