Terkait kasus Raskin, Dewan beda pendapat

PURWOKERTO – Beberapa anggota DPRD Kabupaten Banyumas berbeda pendapat dalam menanggapi kasus buruknya mutu raskin yang dibagikan kesejumlah rumah tangga miskin di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyumas. Yoga Sugama dari Fraksi Gerindra – Nurani Rakyat menuturkan bahwa Kabulog harus ditindak dengan tegas karena dialah yang menjadi penanggung jawab distribusi Raskin tersebut.

“Kabulog harus bertanggung jawab, ini adalah kasus pidana dan merupakan bentuk penganiayaan terhadap rakyat miskin sehingga sudah seharusnya dia diproses secara hukum” ujar Yoga kepada BanyumasNews.Com (BNC) Selasa (20/10).

Menurut Yoga, soal dirinya salah atau tidak itu adalah urusan belakangan yang jelas kasus ini harus sesegera mungkin ditindaklanjuti dan diselesaikan jangan sampai berlarut – larut. Senada dengan Yoga, dr. Budhi dari fraksi PDIP mengaku kecewa dengan kinerja Bulog, seharusnya menurut dr. Budhi dengan harga beli pemerintah sesuai harga buku yang ditetapkan, beras tersebut sudah sangatlah layak dan bagus tapi kenapa di lapangan seperti itu.

“Saya berpesan agar Bulog memperbaiki kinerja dan untuk eksekutif diharapkan untuk segera menindaklanjuti mengapa hal ini bisa terjadi. Jadi jangan biarkan mereka yang sudah miskin semakin dimiskinkan lagi, semakin tidak dianggap apa – apa” ungkap Budhi.Budhi mengusulkan agar beras tersebut ditarik dan diganti dengan kualitas yang lebih baik.

Sementara Eko P dari fraksi PKS menuturkan agar tidak saling menyalahkan karena beras rusak tersebut bukan karena kesengajaan namun karena terlalu lama disimpan dalam gudang, dan untuk mencegahnya terulang kembali harusnya beras tersebut di move ke kabupaten lain yang kekurangan beras. Eko menampik adanya dugaan kongkalikong antara Bulog, mitra kerja, dan juga aparat desa setempat (banyumasnews.com/cit).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.