Diduga lakukan penggelapan, direktur pabrik rambut palsu ditahan

Ditulis 19 Okt 2009 - 21:13 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Diduga melakukan penggelapan mesin open senilai Rp 900 juta, Direktur PT Midas Indonesia, Kwong Young Tae alias Mr Kwon (55) ditahan aparat Polwil Banyumas. Warga negara Korea yang bertempat tinggal di Jalan Tala 02/VIII Bukateja Purbalingga dilaporkan menggelapkan barang oleh sesama warga Korea, Lee Day Sie (48) yang juga tinggal di Bukateja.

Kapolwil Banyumas Kombes HM Ghufron melalui Kasubbag Reskrim Kompol Syarif Rahman SIK mengungkapkan, kasus penggelapan terjadi ketika Mr Kwon mulai menjabat direktur PT Midas Indonesia sekitar bulan Juni 2009. Ketika itu PT Midas memesan sejumlah peralatan pabrik, termasuk didalamnya dua buah open pemanggang bulu mata palsu.

Dua buah open tersebut ternyata tidak dikirimkan ke PT Midas yang dipimpinnya. Namun, justru dibawa ke CV pribadinya bernama CV Cinta Kasih. Untuk mengelabuhi, CV Cinta Kasih diatasnamakan orang lain.

Permasalahan belakangan muncul ketika pemilik PT Midas, Mr Lee Day Sie tidak menjumpai pesanan berupa dua buah open di pabriknya. Usut punya usut, ternyata barang tersebut digelapkan oleh Mr Kwon. Akhirnya, Mr Lee melaporkan Mr Kwon ke polisi.

”Berdasar hasil pemeriksaan sementara, ternyata dugaan kasus penggelapan itu mengarah kepada tersangka Mr Kwon. Oleh karenanya, Mr Kwon langsung kami tahan. Barang bukti juga sudah kami amankan. Pelaku kami jerat dengan pasal pasal 374 subs, 372 KUHP tentang Penggelapan,” kata Kompol Syarif, Senin (19/10).

Syarif menambahkan, penahanan terhadap Mr Kwon juga berkaitan pula dengan akan habisnya ijin tinggal di Indonesia. Paspor Mr Kwon akan habis pada 28 Oktober 2009. ”Agar pelaku dapat menjalani proses hukum lebih lanjut, kami telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi Cilacap,” kata Kompol Syarif. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response