Elpiji 12 Kg naik, warga pilih elpiji ke 3 Kg

Ditulis 16 Okt 2009 - 20:57 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Naiknya harga gas elpiji isi 12 Kg dan 50 Kg membuat sebagian besar warga masyarakat yang biasa menggunakan elpiji isi 12 Kg beralih menggunakan elpiji isi 3 Kg. Kebanyakan mereka beralasan bahwa elpiji isi 3 kg lebih irit dibandingkan dengan elpiji isi 12 kg dan harganya pun lebih murah. Seperti yang Tinah (34) warga Karang Klesem tuturkan kepada BanyumasNews.Com (BNC) Jumat (16/10). Dia lebih memilih elpiji 3 Kg karena harganya lebih terjangkau dari pada yang 12 Kg.

Kalau saya beli yang 3 Kg, saya bisa pakai sampai 1 minggu, misalnya dikalikan 4, maka sebulan saya cuma keluarkan uang Rp. 55.000,- karena per tabungnya dijual Rp. 13.500,- dibandingkan beli yang 12 Kg harganya sampai Rp.77.000,- padahal sama saja” tutur Tinah seraya membandingkan untung ruginya.

Peralihan pembeli elpiji dari 12 Kg menjadi ke 3 Kg dibenarkan Sungadi (36) pengecer elpiji di Jl. Agus Salim Purwokerto Selatan, menurut Sungadi banyak warga masyarakat yang justru lebih memilih elpiji isi 3 Kg daripada yang 12 Kg sehingga dirinya lebih banyak menyetok elpiji kemasan 3 Kg. “Dalam sebulan paling saya stok 5 tabung 12 Kg, sedangkan yang 3 Kg bisa habis hingga 150 tabung dalam sebulan” kata Sungadi.

Seperti diketahui , Pertamina memberlakukan harga LPG kemasan 12 Kg dan 6 Kg baru yaitu Rp. 70.200,- / tabung untuk kemasan 12 Kg dan Rp. 35.100, – / tabung untuk kemasan 6 Kg. Sementara harga untuk LPG kemasan 3 Kg tidak terjadi perubahan karena tetap disubsidi. Sedangkan harga LPG kemasan 50 Kg sebelumnya adalah Rp. 7255,-/ Kg, dan harga yang baru meningkat Rp. 100, – / Kg menjadi Rp. 7355,- / Kg atau Rp. 367. 750, – / tabung 50 Kg. Kenaikan ini diperkirakan oleh PT. Pertamina dapat mengurangi kerugian dari LPG non subsidi sekitar Rp. 100 miliar.(banyumasnews.com/cit)

Tentang Penulis

Leave A Response