Seniman di luar DKB dukung Gedung Sutejo dibongkar

Ditulis 16 Okt 2009 - 20:51 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Pro kontra rencana pembongkaran gedung Suteja mulai terjadi. Jika selama ini yang terungkap hanya mereka yang menolak pembongkaran, ternyata justru banyak seniman yang mendukung pembongkaran tersebut.

Mereka berharap dengan pembongkaran itu, pemerintah Kabupaten Banyumas bisa membangun gedung kesenian yang lebih representatif. ” Kalau memang ada gedung yang lebih baik, kenapa tidak. Lagi pula selama ini gedung tersebut tidak pernah digunakan untuk kegiatan kesnian, sehingga seperti gudang” ujar seniman geguritan Wanto Tirta.

Sementara itu, penyair yang juga pekerja film, Nanang Anna Noor menyatakan salut dengan pengurus Dewan Kesenian Banyumas (DKB) yang memiliki kepedulian terhadap gedung bersejarah tersebut. ” Mereka punya kepedulian yang patut kita acungi jempol. Cuma pertanyaan saya, yang menolak itu seniman Banyumas atau hanya para pengurus DKB ?,” ujar Nanang.

Kasus Gedung Kesenian Sutejo diprediksikan akan seperti kasus penebangan pohon di alun alun. Seniman beramai ramai menolaknya. Kemudian setelah terjadi lobi lobi, demo penolakan kembali sunyi. ” Ya saya yakin ini bukan sekedar menaikan bergaining, tapi tulus dari hati yang suci para seniman kita,” tambah Nanang.

Sementara sejumlah seniman lainnya justru tidak mau perduli dengan rencana pembongkaran gedung tersebut. Mereka mengaku dibongkarnya gedung kesenian itu tidak ada pengaruhnya dengan berkesenian mereka. Karena mereka menganggap selama ini jutsru banyak seniman potensial yang tidak terlibat dalam kegiatan DKB. ” Apalagi saya yang hanya seniman pinggiran ndak ikut ikutan apa itu DKB,” ujar Watam, seniman calung.

Seperti diketahui, DKB meminta Pemkab untuk kembali menimbang – nimbang kebijakannya ikhwal rencana penggusuran gedung kesenian Soetedja karena menurut para seniman gedung Soetedja tersebut merupakan situs budaya Banyumas yang harus dijaga keberadaannya.

“Kita tidak ingin putra – putri Banyumas nanti mengalami keterputusan sejarah, mereka tidak tahu apa – apa tentang budaya Banyumas” ujar Bambang Set Ketua DKKB kepada BanyumasNews.Com (BNC) Jumat (16/10)

Gedung Soetedja yang terkesan mangkrak dan tidak terurus menurut para seniman adalah buah dari ketidak pedulian Pemkab Banyumas terhadap perkembangan seni dan budaya Banyumas itu sendiri. Sebenarnya para seniman Banyumas ingin terus bisa tampil dan meramaikan gedung Soetedja dengan berbagai pertunjukan dan pagelaran namun banyak sekali kendala diantaranya biaya sewa gedung yang terlampau sangat mahal, belum lagi seluruh perlengkapan pertunjukkan yang harus disewa kembali (banyumasnews.com/cit)

Seniman Banyumas yang tengah melakukan pagelaran seni ebeg di diepan gedung kesenian Sutedja (foto:cit/BNC)

Seniman Banyumas yang tengah melakukan pagelaran seni ebeg di diepan gedung kesenian Sutedja (foto:cit/BNC)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. SY. NISFUADY,SH. 06/06/2011 pukul 20:45 -

    dari kota banjarmasin : Bisanya cuma mbongkar……ya mbok didandani sing apik, sing mewah……..tapi tidak merubah testurnya piye carane………( saya org banjamasin asli lho … )

  2. Bambang 16/10/2009 pukul 22:09 -

    Gudeng Soetedja dibongkar? saya sangat kurang setujuuuuu… gedung itu sangat bersejarah. MJK jangan hanya asal maen gusur. Menyesal saya memiliki bupati yg tidak tahu soal seni.

Leave A Response