PKL Jensud tantang Mardjoko temui mereka

Ditulis 15 Okt 2009 - 19:24 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Para PKL di Jalan Jenderal Soedriman (Jensud) Purwokerto,

Aparat Satpol PP tengah berjaga (foto:cit/BNC)

Aparat Satpol PP tengah berjaga (foto:cit/BNC)

Kamis (15/10) siang kembali melakukan aksi menentang rencana relokasi yang akan dilakukan oleh Pemkab Banyumas. Aksi serentak tersebut dilakukan ketika mereka melihat kedatangan Satpol PP yang akan kembali menertibkan dagangan mereka. Seolah menantang Satpol PP para PKL mengacung – ngacungkan pakaian dalam wanita seraya menjajakannya di tepi jalan Jenderal Soedirman. Mereka meminta Mardjoko berani datang menemui mereka, berdialog, dan mencari titik temu bersama.

“Harusnya Mardjoko yang kesini, jangan Satpol PP terus, masa kita diadu domba padahal PKL dan Satpol PP sama – sama orang susah,” teriak salah seorang pedagang. Keinginan mereka bertemu dengan Mardjoko adalah untuk mencari solusi agar masalah ini tidak terkatung – katung tanpa kepastian. Mereka ingin secepatnya bisa berdagang kembali,
mencari uang untuk sekedar makan. Aksi ini adalah aksi yang digelar oleh para PKL untuk kesekian kalinya setelah beberapa kali sempat berujung bentrok dengan pihak Satpol PP. Aksi para PKL tersebut berada dalam kawalan ketat Satpol PP dan baru berakhir setelah Satpol PP meninggalkan lokasi.

Sementara itu dihubungi terpisah Khoiru Rodjiqien, MA salah satu staff pengajar jurusan Ilmu Politik Unsoed, menuturkan berlarut – larutnya masalah PKL Jendsud ini adalah akibat Pemkab tidak mempunyai blue print yang jelas tentang tata ruang kota. Khoiru mengkritik sikap Pemkab yang selalu menggunakan pendekatan kekerasan dalam menyelesaikan masalah PKL.

Menurut Khoiru Pemkab harus mau bernegosiasi dengan para PKL, karena keberadaan PKL adalah konsekuensi logis dari tumbuh kembangnya kota.“Kalau Banyumas sekarang punya jargon Pro Investasi, cobalah kemudian menggaet investor yang mau mengakomodir kepentingan PKL, Investor yang mau memberdayakan mereka, jangan sampai pro investasi itu hanya sebagai klaim semata dan menguntungkan sebagaian pihak

PKL menantang bupati temui mereka, sambil menenteng celana dalam (foto:cit/BNC)

PKL menantang bupati temui mereka, sambil menenteng celana dalam (foto:cit/BNC)

saja” tutur Khoiru (banyumasnews.com/cit)

BanyumasNews.Com / Citra B Saldy

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. ririn 03/01/2010 pukul 12:50 -

    Selain PKL pak khoiru…sekarang ini makin banyak jg lhoo pengemis2 di tiap lampu merah….gambaran kemiskinan yang bersifat struktural …salah satu aktor yang harus merubah ini adalah pak bupati…..tentunya…..selain itu anggota DPRD iki kepriwe thooo….ngerti ora seeh…..masalah kemiskinan di banyumas?

  2. tobi 03/01/2010 pukul 12:44 -

    Bener iki ….komentar pak khoiru ini seharusnya segera ditanggapi dan ditindaklanjuti dg membuat blue print tata ruang kota purwokerto…lhaa kalo dibiarkan terus tentunya kita tinggal menunggu saja kesemrawutan kota pwt ini persis spt kota-kota besar lainnya…soalnya pwt skarang ini kan tambah rame bae to….mana iki suarane pak bupati…sing pro investasi?

  3. Hanan 19/10/2009 pukul 13:23 -

    ..setuju saja klo PKL ditata atau dibenahi seperti di Kota Solo..
    penataan juga hasrus diimbangi dengan persiapan lahan yang memadai dan startegis sehingga PKL berkenan untuk berdagang di tempat baru.Penataan sebaiknya tidak dilakukan dengan arogan supaya tidak menimbulkan konflik yang berkepaanjangan.

  4. bowo 17/10/2009 pukul 12:00 -

    Lagi.. Ketika regulasi hanya dijadikan sebagai alat tuk menjalankan tirani besi yang ada hanya rakyat jelata yang telah termarginalkan oleh kpentingan penguasa,ketika penghidupan dan pengajaran sesuai amanat UUD 45 tdk lgi dpandang sbg sbuah esensi negeri yang ada hanyalah konspirasi penuh sensasi.selamat datang tirani besi,d negeri ku tercinta ini. TRIBUTE TO PKL JENSUD PS.WAGE

  5. dodo 16/10/2009 pukul 20:59 -

    apa2an koh,satpol PP arep ngusir PKL.

    ra mikir pa bupatine karo satpol PP???

    melas wong cilik di idek2 bae.nggolet duit nggo mangan,karo nggo nyekolahna anak2e kuwe rekasa bngt.

    mesti ra tau ngrasakna,kae dadi wong cilik ky apa rekasane nggolet duit.

    apa bupatine wedi mbok d gebugi nang wargane,mulane kur bs mrentah2 tok.

Leave A Response