Pertahankan Adipura, Pemkab Purbalingga pantau kebersihan kota

PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga akan mulai menggencarkan kembali gerakan Jum’at bersih guna menunjang keindahan dan kebersihan dalam kota. Kegiatan itu sebagai salah satu upaya mempertahankan tropi Anugerah Adipura yang diraih bulan Juni tahun 2009 lalu. Selain gerakan Ju’at Bersih, Pemkab juga akan mengajak seluruh elemen masyarakat dan warga Purbalingga untuk menggiatkan kembali gerakan kebersihan.

“Tropi Anugerah Adipura yang telah diraih kota Purbalingga, bukan berarti menghentikan aktifitas kegiatan kebersihan. Penghargaan itu justru harus dipertahankan seiring dengan budaya bersih yang terus ditanamkan kepada warga masyarakat,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kodadiyanto, SH, MM disela-sela melakukan pemantauan kebersihan dalam rangka persiapan penilaian tahap I Anugerah Adipura tahun 2009/2010, Kamis (15/10).

Kodadiyanto melakukan pemantauan bersama Kabag Pembangunan Setda Drs Suroto, M.Si, dan Kasubag Pemberitaan Humas Ir Prayitno, M.Si. Pemantuan dimulai dari jalan AW Soemarmo, SD Negeri 1 Kembaran Kulon, Jembatan  Sungai Gringsing, Jalan DI Panjaitan, Pasar Mandiri, Jalan Pujowiyoto, Jalan Rubiah Sekar, Jalan Jenderal Soedirman, sepanjang jembatan Sungai Klawing Bancar, kompleks gedung wanita Bancar, Pasar Bancar, Kelurahan Penambongan, dan kompleks taman Curug Gringsing.

Menurut Kodadiyanto meski secara umum kebersihan kota Purbalingga terus terjaga, namun bukan berarti masyarakat harus lengah menjaga kebersihan. Bukan berarti pula menyerahkan tugas kebersihan kota kepada penyapu jalan. Masyarakat, lanjut Kodadiyanto, tetap harus ikut berpartisipasi menjaga kebersihan di lingkungan tepat tinggalnya masing-masing.

Kodadiyanto mengungkapkan, penilaian Adipura tahap I diperkirakan antara tanggal 26 – 28 Oktober 2009. Tim penilai akan menilai kota Purbalingga bersama kota Banjarnegara dan Purworejo. ”Titik pantau penilaian kali ini lebih luas lagi. Jika sebelumnya hanya pada 10 titik pantau, penilaian Adipura tahun 2009 ini akan meluas menjadi 10 titik pantau. Penambahan lokasi titik pantau ini menjadi kewenangan tim penilai,” kata Kodadiyanto.

Kodadiyanto menambahkan, lokasi titik pantau pada penilaian Adipura mendatang secara umum meliputi perumahan, sarana kota, jalan arteri dan jalan kolektor, pasar, pertokoan, perkantoran, sekolah, rumah sakit dan puskesmas, taman kota, hutan kota, sarana transportasi seperti terminal, perairan terbuka seperti sungai, sarana kebersihan seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan pemanfaatan sampah, dan tempat wisata.

”Titik pantau lama yang dinilai pada tahun sebelumnya tetap akan dikunjungi oleh Tim penilai, dan ditambah titik pantau baru. Titik pantau lama juga tidak boleh diganti dengan lokasi lain,” kambah Kodadiyanto (banyumasnews.com/tgr)

Sampah nyantol di sungai Gringsing Purbalingga (foto:tgr/BNC)
Sampah nyantol di sungai Gringsing Purbalingga (foto:tgr/BNC)
Kodadiyanto di pasar Bancar (foto:tgr/BNC)
Kodadiyanto di pasar Bancar (foto:tgr/BNC)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.