Bangunan kumuh diatas sungai di Purwokerto akan digusur

Ditulis 14 Okt 2009 - 19:28 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas semakin gencar melakukan upaya penataan kota guna mempercantik wajah kota Purwokerto. Setelah jalan – jalan protokol ditata kini giliran bangunan – bangunan kumuh yang berdiri diatas sungai dan kali akan ditertibkan. Hal ini dalam rangka program kali bersih (prokasih) dan juga adipura kota. Sejumlah titik sungai dan kali dipastikan akan ditertibkan dari bangunan – bangunan kumuh yang didirikan oleh PKL dan juga warga yang tidak memiliki ijin pendirian bangunan diatas sungai atau kali.

“Sementara kita akan memfokuskan dulu pada wilayah kota, seperti di jalan Purwobakti samping RRI yaitu bangunan – bangunan yang berdiri diatas sungai Pengarengan” ujar , Ir. Ariono Poerwanto, MT, Kabid Sungai dan Air Baku Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga kepada BanyumasNews.Com (BNC) , Rabu (14/10) tadi.

Diatas sungai tersebut terdapat sejumlah PKL yang mendirikan bangunan semi permanen untuk menjajakan dagangannya. Menurut Ariono kesemua pedagang tersebut mempunyai surat izin namun masa berlakunya telah habis dan pihak Pemkab tidak mengizinkan mereka untuk memperpanjangnya kembali. Keberadaan para pedagang tersebut dinilai menganggu keindahan kota selain juga mempersulit upaya pembersihan sungai dari kotoran dan juga sampah.

Ketika dikonfirmasi para pedagang yang berada di atas sungai Pengarengan mengatakan telah dikirimi surat peringatan dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kabupaten Banyumas untuk sesegera mungkin membongkar bangunannya sendiri. Mereka diberi waktu 2 x 24 jam sejak surat diturunkan pada tanggal 12 Oktober 2009. Harry (33) salah satu pedagang mengaku pasrah dengan rencana penggusuran paksa yang akan dilakukan pihak Pemkab namun
dirinya dan juga pedagang lain menuntut kebijaksanaan pihak Pemkab untuk mencarikan tempat relokasi bagi mereka (banyumasnews.com/cit)

Sungai Pengarengan yang atasnya berdiri bangunan PKL (foto:cit/BNC)

Sungai Pengarengan yang atasnya berdiri bangunan PKL (foto:cit/BNC)

.

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. mantap 15/10/2009 pukul 10:14 -

    Indonesia memang aneh…..banyak sekali aturan/larangan yang dilanggar tetapi dibiarkan saja hingga selalu menimbulkan masalah di kemudian hari. Seperti kasus diatas, jika pendirian warung diatas sungai adalah dilarang kenapa dari awal pendirian tidak ditolak/dibongkar saja..ini justru dikasih ijin…sehingga mengesankan pemilik warung sudah mempunyai ijin resmi dari pemerintah,,,so ketika akan dibongkar pasti akan menimbulkan ekses yang negatif. Andai saja semua warga negara Indonesia TAHU dan TAAT hukum dan aturan Insyaallah negara kita tidak akan carut marut seperti ini

Leave A Response