Soal Fatwa, MUI diminta tidak reaktif

Ditulis 14 Okt 2009 - 19:22 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Majelis Ulama Indonesia (MUI) harus bisa menjadi lembaga yang dapat mengayomi, melindungi, dan merespon kebutuhan masyarakat Indonesia, jangan sampai terjebak pada keputusan – keputusan yang sifatnya pragmatis dan reaktif. Hal tersebut mengemuka dalam acara seminar nasional yang diselenggarakan jurusan Syariah, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Rabu

Para pembicara seminar nasional Respon Terhadap Fatwa-Fatwa Kontroversial MUI (foto:cit/BNC)

Para pembicara seminar nasional Respon Terhadap Fatwa-Fatwa Kontroversial MUI (foto:cit/BNC)

(14/10) tadi. Hadir sebagai pembicara adalah Prof. Dr. KH. Muhammad Amin
Summa, MA Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat Jakarta, dan Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA Pakar Hukum Islam IAIN Walisongo Semarang. Seminar tersebut mengangkat tema Respon terhadap fatwa – fatwa kontroversial MUI.

Dalam pemaparannya Ahmad Rofiq menuturkan bahwa masyarakat harus memahami MUI secara utuh karena kesalahpahaman terhadap MUI akan dapat merugikan dan menguntungkan masyarakat sekaligus. Meskipun terkadang reaktif dan ada yang mencaci tetapi itulah sikap responsive yang diberikan. Menurut Rofiq kontroversi yang terjadi di masyarakat adalah soal biasa yang terpenting adalah kita bisa saling menghargai perbedaan pendapat. Dirinya juga
meminta agar MUI melakukan pengkajian yang dalam sebelum membuat fatwa agar tidak terkesan reaktif.

Acara tersebut dihadiri sekitar 250 orang peserta yang terdiri dari berbagai kalangan baik itu mahasiswa (Jateng & DIY) , lembaga keagamaan (Al – Irsyad, NU, Muhammadiyah, Persis), dan berbagai instansi se – eks Karesidenan Banyumas. Acara yang diselenggarakan secara gratis tersebut baru berakhir sekita pukul 13.00 WIB. Acara tersebut menurut Kajur Syriah STAIN Purwokerto Drs. H. Ansori, MAg bukan bertujuan untuk mempertajam perdebatan yang
terjadi dimasyarakat atas berbagai fatwa yang dikeluarkan MUI, namun untuk memberikan penjernihan melaui kajian yang akademis dan ilmiah (banyumasnews.com/cit)

Tentang Penulis

Leave A Response