Waduk Sempor dan Wadaslintang masih kritis air

Ditulis 13 Okt 2009 - 23:38 oleh Banyumas1
Waduk Sempor terancam kekeringan (foto:tgr/BNC)

Waduk Sempor terancam kekeringan (foto:tgr/BNC)

KEBUMEN – Meski hujan sudah mulai mengguyur di wilayah Kebumen, namun belum mampu menambah volume Waduk Sempor dan Waduk Wadaslintang. Cadangan air di dua waduk tersebut masih tetap kritis. Cadangan air di Waduk Sempor tinggal 8 juta meter kubik. Sedangkan Waduk Wadaslintang tinggal 115 juta meter kubik.


“Jika intensitas hujan kurang dalam beberapa pekan kedepan, maka musim tanam pertama tahun ini bisa mundur,” kata Kabid Irigasi pada Dinas Sumberdaya Air dan Energi Sumber Daya Mineral (SDA ESDM) Kabupaten Kebumen, Muchtarom SST Selasa (13/10).


Muchtarom mengatakan, untuk cadangan musim tanam pertama sudah dilakukan penutupan pengaliran di dua waduk tersebut sejak pertengahan September 2009. Sesuai rencana pada awal November akan dibuka untuk pengaliran irigasi menghadapi musim pertama. “Waduk Wadaslintang kemungkinan bisa tepat waktu karena cadangan air masih cukup. Namun untuk Waduk Sempor masih menunggu pasokan air hujan,” katanya.

Menurut Muchtarom, berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG)

Semarang, awal musim hujan untuk tahun ini diprakirakan akan dimulai pada pertengahan Oktober. Namun hal itu sangat tergantung pada kondisi pemanasan global dan perubahan iklim yang terjadi belakangan ini. “Mudah-mudahan perkiraan BMG itu benar. Sehingga masyarakat akan mudah mendapatkan air melalui pasokan air waduk,” kata Muchtarom(banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response