57 patung Budha Candi Borobudur tak berkepala

Ditulis 13 Okt 2009 - 06:08 oleh Banyumas1

MAGELANG – Sedikitnya 57 patung Budha di kompleks Candi Borobudur tidak memiliki kepala. Patung itu tidak utuh karena hilang dan sebagian lainnya rusak. Pihak Balai Konservasi Peninggalan Borobudur (BKPB) kini kesulitan memasang patung kepala yang sudah berhasil ditemukan kembali.

Kepala BKPB, Marsis Sutopo mengatakan, BKPB kesulitan memasang  kepala arca Budha karenabelum menemukan bagian badan patung yang cocok. Upaya memasang kembali potongan kepala arca itu bukan pekerjaan mudah. “Pemasangan potongan kepala itu tidak bisa dilakukan tanpa mengindahkan bentuk dan karakteristik badan arca maupun kepala tersebut,” kata Marsis, Senin (12/10).

Diungkapkan Marsis, bekas luka potongan bagian leher kepala arca hampir sebagian besar belum cocok dengan badan arca yang ada. Karena masing-masing badan arca yang menjadi pasangannya memiliki karakteristik batu yang berbeda dengan potongan kepala.
Tak menutup kemungkinan, badan arca yang menjadi pasangan kepala Buddha belum ditemukan. Atau bisa saja, proses pembuatannya di masa lalu belum selesai. Sehingga pemasangan potongan kepala dan badan arca tidak bisa dipaksakan karena menyalahi aturan dari aspek arkeologis.

Berdasarkan hitungan komposisi ideal bangunan candi, jelas Marsis, jumlah arca di Candi Borobudur ada 504 buah. Namun, pihaknya tak dapat memastikan apakah arca tersebut dibuat dan dipasang sejak awal Candi Borobudur dibangun. ”Hingga sejauh ini, belum ditemukan adanya dokumen resmi yang memuat tentang kondisi bangunan candi ketika pertama kali berdiri,” kata Marsis Sutopo.

Di sisi lain, banyak blok batu yang belum dipasang di atas candi. Penyebabnya, belum ditemukan komponen batu pasangannya. Batu ini berjenis batu antefik dan batu dorpel. Batu antefik adalah batu yang biasa terpasang di pagar langkan, relung dan bagian bawah relung, sedangkan batu dorpel merupakan batu yang menjadi bagian atas gapura candi.

BKPB mencatat, saat ini masih terdapat 10.000 blok batu yang belum dipasang. Batu-batu itu disebut sebagai batu lepas. Upaya mencocokkan dan memasang kembali batu-batu lepas tersebut terus intens dilakukan sejak tahun 1982. Setiap tahun, jumlah batu yang sudah berhasil mendapatkan pasangan, dan akhirnya diletakkan kembali ke candi, mencapai 10-12 blok.

”Tahun ini, kami telah memasang kembali 10 blok batu ke atas bangunan candi. Sebanyak empat di antaranya adalah arca Buddha, dan enam blok batu lainnya adalah batu antefik,”

Patung Budha tanpa kepala (foto:tgr/BNC)

Patung Budha tanpa kepala (foto:tgr/BNC)

kata Marsis. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response