Seniman Banyumas tolak penggusuran Gedung Soetedja

Ditulis 12 Okt 2009 - 18:27 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Rencana perluasan areal Pasar Manis Purwokerto dengan menggusur gedung kesenian Soetedja ditolak mentah – mentah oleh para seniman Banyumas. Kebijakan tersebut dinilai sebagai sebuah kebijakan yang kontra produktif. Gedung Soetedja menurut para seniman tidak seharusnya digusur melainkan harus dijaga dan dilestarikan karena bagaimanapun merupakan salah satu asset dan situs budaya Banyumas. Seperti diketahui nama
gedung tersebut diambil dari salah seorang seniman musik Banyumas yang menciptakan lagu Sungai Serayu.

“Banyak seniman yang lahir dari Gedung Soetedja tersebut, sayang bila kemudian gedung tersebut harus digusur hanya karena pelebaran pasar, Tidak ada tempat untuk berkesenian lagi di Banyumas ” tutur Sony seniman musik Banyumas kepada BanyumasNews.Com (BNC) Senin (12/10).

Sony menambahkan daripada digusur lebih baik kalau gedung tersebut direnovasi dan dimaksimalkan kembali penggunaannya untuk mengembangkan berbagai kesenian yang ada di Banyumas. Senada dengan Sony, Bambang S selaku ketua dewan kesenian kabupaten Banyumas mengungkapkan ketidak setujuannya akan rencana pemerintah tersebut. Bambang mengkritik kebijakan Bupati Banyumas Mardjoko yang menurutnya semakin hari semakin membingungkan masyarakat Banyumas. Komitmen bahwa Banyumas ini merupakan salah satu kantong budaya
Indonesia yang ditandai dengan kekhasannya, akhirnya akan menjadi sia-sia ketika gedung kesenian Soetedja ini dibongkar.

“Jika rencana ini benar – benar direalisasikan maka jelas terlihat kalau tidak ada itikad baik dari pemerintah untuk memajukan kesenian banyumas, padahal harusnya benda cagar budaya itu dijaga dan dirawat” Ungkap Bambang.

Menurut Bambang, fokus lebih pemerintah Banyumas ke sektor ekonomi bukan berarti harus mengorbankan sektor Budaya, bahkan harusnya saling melengkapi. Bambang menyesalkan jika besok banyak masyarakat Banyumas yang tidak mengetahui benang merah kesejarahan Banyumas akibat peninggalan – peninggalan yang ada lenyap oleh semangat pembangunan yang terkesan asal – asalan. Bambang berharap pemerintah Banyumas dalam hal ini bupati dapat meninjau

Tampak gedung Soetedja sepi tanpa ada aktivitas kesenian (foto:cit/BNC)

Tampak gedung Soetedja sepi tanpa ada aktivitas kesenian (foto:cit/BNC)

kembali kebijakan tersebut untuk kepentingan luas masyarakat Banyumas (banyumasnews.com/cit)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Achmad Sultoni 27/03/2013 pukul 18:35 -

    Pemkab harus benar menimbang secara matang keputusan yang akan diambil yakni pembongkaran gedung Soetedjo. Masalahnya kan gedung seni di Banyumas cuma itu. selain itu Gedung Sutedjo mengandung nilai Historis yang penting bagi generasi berikutnya karena sebagai monumen mengenang komposer hebat kita.

  2. naing 13/10/2009 pukul 00:40 -

    nyong ra setuju karo keputusane bupati,sebagai warga banyumas ra rela gedung soetedja d bongkar.ra mikir pa bupatine pa ra nduwe utek..????
    janji mrentah mbongkar,ra mikir ngko mburine..
    bupatine mesti ra ngerti sejaraeh gedung soetedja,mentang2 dadi bupati sok ngatur hah…????
    rika kuwe,suwe nang luar negri ra ngerti apa2.
    uripe be nang notog,ya ra ngerti gedung soetedja ky apa ganu sejaraeh.
    nek rika dadi mbongkar gedung soetedja,titeni bae mesti rika musueh akeh bngt,d wadeih nang masyarakt banyumas…

Leave A Response