Permasalahan PKL Jensud temui jalan buntu

PURWOKERTO – Upaya penyelasaian masalah relokasi PKL Jalan Jensud Purwokerto masih menemui jalan buntu. Belum ada titik temu antara para PKL dengan pihak Pemkab Banyumas yang diwakili Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Banyumas. Pihak Pemkab bersikeras merelokasi para PKL ke Lt.2 Pasar Wage dan kompleks Kebon Dalem. Namun para PKL tetap bersikukuh bahwa kedua tempat yang ditunjuk Pemkab tersebut bukanlah tempat yang strategis dan hanya akan membuat mereka rugi.

Kabid Pasar dan PKL Disperindagkop Kabupaten Banyumas Tony Simamora menuturkan, bahwa sebenarnya pihak Pemkab Banyumas sedang mencari alternatif tempat lain yakni di Jalan tembusan dari selatan menuju Pasar Wage. Namun ketika kemarin bertemu dengan P3W (Paguyuban Pedagang Pasar Wage), pihak P3W menolak rencana tersebut dengan alasan bahwa komoditas dagang yang dijual oleh para pedagang di Jalan Jensud sama dengan apa yang
mereka jual. Mereka takut jika para pedagang jendsud tersebut bergabung bersama mereka maka akan mengurangi jumlah pendapatan mereka.

“Untuk sementara ini pihak Pemkab baru hanya memiliki 2 opsi saja yakni di Lt.2 Pasar wage dan kompleks Kebon Dalem, untuk jalan tembusan tersebut tidak akan dijadikan alternatif, takutnya malah terjadi bentrok antar para pedagang” ungkap Tony.

Menurut Tony jumlah pedagang di Pasar Wage tersebut lebih banyak daripada para pedagang Jendsud dan merekalah yang harus lebih utama didahulukan. Mengenai PKL yang meminta agar Jalan Jensud ditata layaknya kawasan Malioboro Jogja, Tony menuturkan bahwa tidak ada set plan Pemkab yang akan menjadikan kawasan tersebut seperti Malioboro. Relokasi PKL yang dilakukan oleh Pemkab tersebut adalah untuk keperluan semua orang khususnya pejalan kaki.

“Selain untuk memperindah kota, relokasi PKL tersebut juga untuk kepentingan masyarakat umum terutama para pejalan kaki, karena merekalah yang mempunyai hak lebih besar untuk mempergunakan trotoar bukan PKL” ujar Tony.

Direncanakan kompleks Kebon dalem akan dijadikan pusat sentra perdagangan kamlitik (kain, logam, kulit, dan plastik) pada pagi hingga sore harinya. Sedangkan pada malam hari

Saat terjadi bentrok atara PKL dengan Satpol PP (foto:cit/BNC)
Saat terjadi bentrok atara PKL dengan Satpol PP (foto:cit/BNC)

kawasan tersebut akan di set menjadi pusat kuliner (banyumasnews.com/cit).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.