Gadis bisu diculik dan dipocong

Ditulis 07 Okt 2009 - 19:16 oleh Banyumas1

KEBUMEN – Karningsih (14), seorang gadis bisu warga RT 3 RW Dukuh Tugu II Desa Tugu Kecamatan Buayan, Kebumen, diculik oleh seseorang yang tidak dikenal. Penculik masuk ke rumah korban, Selasa (6/10) layaknya sebagai pencuri. Anehnya, korban ditemukan selamat namun dalam keadaan  dibungkus layaknya pocong. Korban ditemukan Rabu (7/10) pagi sekitar pukul 06.00 WIB di Rowokele, sekitar 2,5 kilometer dari rumahnya.

Aksi penculikan terjadi Selasa (6/10) sekitar pukul 20.30 WIB saat lampu listri padam. Ketika itu korban tengah tidur bersama ibunya, Risem (33) dan seorang adiknya yang masih balita. Penculik masuk ke kamar korban dengan menjebol dinding bambu dan membawa kabur korban tanpa diketahui Risem yang saat itu sudah terlelap.

Korban Karningsih diketahui hilang dari kamar ketika ayahnya, Purwoyo yang saat kejadian tidur di kamar lain mengecek anak-anaknya. Purwoyo kaget karena Karningsih yang biasa tidur disamping ibunya ternyata hilang. Purwoyo segera melaporkan kepada perangkat desa setempat dan ke Polsek Buayan.

Spontan, warga setempat malam itu langsung melakukan pencarian. Namun, upaya pencarian hingga dini hari tidak membuahkan hasil.

Pada Rabu (7/10) pagi hari, muncul kabar telah ditemukan seorang anak dengan terbungkus mirip kain pocong di pinggir jalan desa Rowokele. Berita penemuan itu menyebar hingga sampai ke keluarga Purwoyo.

Kapolsek Buayan AKP Tamzil M ketika dikonfirmasi kasus penculikan itu membenarkannya. Namun, Tamzil belum mengetahui motif apa yang dilakukan oleh pelaku. ”Kami belum bisa mengetahui motif apa pelaku melakukan tindakannya. Ini kasus pertama dan agak unik,” kata Tamzil. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Muhtarom-Gombong 08/10/2009 pukul 21:57 -

    Saya denger critanya dari warga setempat, ternyata keluarganya cukup kasihan. hidupnya belum beruntung. Saya jadi heran, ditengah jaman saat ini rumahnya masih gedek… Bagaimana Pemkab Kebumen. Katanya bupatinya yg perempuan dulu sangat berhasil, ternyata masih saja ada warga yg dinding rumahnya bisa ditembus maling. Apa tidak ada program rumah miskin atau semacam bedah rumah. Sy pernah datang ke Purbalingga, ternyata ada program untuk rumah miskin . di Purbalingga sudah tidak ada warga yg rumahnya gedhek, apalagi bisa dijebol.. coba contoh kabupaten Purbalingga. Tidak perlu malu jika demi kebaikan warga Kebumen.
    Untuk banyumasnews.. terus angkat berita-berita yg menyentuh rakyat kecil..

Leave A Response