Tanaman hias palsu resahkan pedagang bunga di Baturaden

Ditulis 07 Okt 2009 - 17:55 oleh Banyumas1

PURWOKERTO –  Maraknya penjualan tanaman hias palsu membuat resah para pedagang tanaman hias di stand penjualan tanaman hias di lokawisata Baturraden .Hal ini merupakan masalah lama yang hingga kini belum juga terselesaikan. Bukan hanya pedagang stand tanaman hias yang dirugikan namun juga pengunjung lokawisata.Para pedagang tanaman hias mengaku omzet penjualan mereka mengalami penurunan.Karena para wisatawan yang berkunjung merasa enggan untuk membeli tanaman hias yang mereka jual karena was –was kalau barang tersebut palsu.

Achmad (45) salah seorang pedagang tanaman hias menuturkan bahwa dirinya dan juga para pedagang lain tidak mampu berbuat apa – apa karena diancam oleh para pedagang tanaman hias palsu . Mereka juga tak segan segn melakukan kekerasan.

“Jumlah pedagang asongan penjual bunga palsu lebih banyak dari kita, kita tidak bisa berbuat apa – apa wong diancam akan dikeroyok, jadi kita mending diam saja, rezeki milik masing – masing” kata Achmad kepada BanyumasNews.Com, Rabu (7/10).

Sebenarnya tanaman yang dijual adalah asli, namun direkayasa sedemikian rupa agar tampil menarik. Seperti tanaman sirih merah yang disemprotkan cat agar berwarna hitam, cemara norplok yang diberi cairan pewangi pakaian dan dikatakan sebagai tanaman pengusir nyamuk. Juga adenium yang diberi berbagai warna bunga agar tampak lebih atraktif. Hal ini bukan saja merugikan para pedagang tanaman hias namun juga ikut memperburuk citra lokawisata Baturraden.

Suwito (47) petugas lokawisata Baturraden mengatakan bahwa sebenarnya para pedagang penjual tanaman palsu tersebut telah ditindak, namun mereka tidak juga jera bahkan terkesan bermain kucing – kucingan dengan petugas. Pihak Pemkab hanya berupaya menginformasikan kepada para wisatawan agar jangan membeli tanaman hias yang dijual pedagang asongan. Hal tersebut dilakukan dengan cara membentangkan poster informasi berupa gambar tanaman hias palsu dan juga cirri – cirinya, serta mengumumkan di pengeras suara.

Stand tanaman hias di Baturaden tampak sepi tanpa pembeli (foto:cit/BNC)

Stand tanaman hias di Baturaden tampak sepi tanpa pembeli (foto:cit/BNC)

Penjual tanamn hias palsu yang tengah beraksi mencari mangsa untuk ditipu (foto:cit/BNC)

Penjual tanaman hias palsu yang tengah beraksi mencari mangsa untuk ditipu (foto:cit/BNC)

Namun meskipun begitu tetap saja ada pengunjung yang tertipu. Mereka umumnya tertarik dengan bentuk  dan juga rupa tanaman hias yang dijual tersebut, bahkan harganya pun lebih murah. Pada umumnya para pedagang tanaman hias palsu tersebut menjajakan barang dagangannya kepada para tamu tamu hotel yang menginap (banyumasnews.com/cit).

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. upi luthfi zulaihah 12/08/2010 pukul 11:25 -

    4 thn yg lalu sy bergembira sekali beli tanaman yg cantik, unik dan menarik, tryta 2 harilayu. 4 tanaman hias yg dibeli,mati semua. sering aq ceritakan k tmn2 krn pengalaman yg sgt2 mengecewakan. bukan urusan duit’y yg hanya 4 x 15 rbu. tp kepercayaan, kebanggaan trhdp karya dan kreasi wong banyumas jdi tercoreng. sy sendiri wong banyumas. nah, lbh lanjut lgi, baru saja, baru sja 2 minggu yg lalukumpuld kos temen. e adik kelas dgn sng’ya, brcrta punya tanaman unik beli d baturaden. sy ceritakan pglman buruk sy. rame2 untuk mbuktikan crta sya. bunga d sentuh, d raba, d kuliti, yg tryta. dua tanaman yg baru dbeli adik kelas sy itu, betul2 palsu. ya itu dia. cuma rumput yg disusun sedemikian rupa. d tambah hiasan bunga mekar kcil2.tpmmg bentuknya sgt cantik. dy kcwa, sedih dan carut marut prsaan tak terima, persis seperti ketika 4 thn lalu sy merasakan kekecewaan itu. dlm hti sy, bukan trtwa da org lain mrsakn pahit’ypengalamn itu,tp justru krn sedih,knpa halburuk yg tjdi 4 thun yg lalu masih da, apakah ini budaya?
    harapan saya,janganlah di teruskan halburuk ini,niscaya bila terus d biasakan, 5 ato 10 tahun yg akan datang,pariwisata banyumas husunya baturraden akan lumpuh.hanya karena image buruk tanaman cantik tp palsu. bukankah lbh bijak menjual tanaman tak elok namun bernyawa. salam untuk sma yg membaca tulisan ini.

  2. Adi Prastowo 07/10/2009 pukul 18:35 -

    pas tuh bung informasinya… saya juga pernah nyaris tertipu.. apa Pemkab Bms tidak memberi pembinaan ya… saya yakin ini tidak akan mendukung pengembangan pariwisata. Coba contoh Purbalingga, warga sekitar Owabong atau obyek Goa Lawa saja, ikut dibina. Jika membandel.. pemkab turun tangan.

Leave A Response