Cabuli anak kandung, digrebek warga

Rumah kontrakan pelaku yang diserbu warga (foto:n-1/BNC)
Rumah kontrakan pelaku yang diserbu warga (foto:n-1/BNC)
UN (35) dituduh menggauli anak kandung sendiri (foto:n-1/BNC)
UN (35) , kaos hijau, dituduh menggauli anak kandung sendir (foto:n-1/BNC)Warsinah (27) ibu korban sekaligus istri pelaku (foto:n-1/BNC)

BANYUMAS-Sungguh bejat moral seorang ayah  warga Ajibarang Kulon Banyumas ini. Betapa tidak, putri kandungnya sendiri yang masih duduk di bangku SMP diperlakukan tidak senonoh . Perbuatan pelaku yang yang sudah berulangkali ini akhirnya diketahui warga. Puluhan warga Selasa (06,10) sore menggrebek rumahnya dan mengusir mereka.

Perbuatan bejat sang ayah bernama Untung asal warga Winduaji Paguyangan Brebes yang kontrak rumah di Ajibarang Kulon ini terbongkar setelah korban sebut saja bunga menceriterakan perlakuan ayah kandungnya itu kepada teman sekolahnya.

Warga setempat sebelumya juga sudah mencurigai gerak gerik ayah dan anak tersebut. Semula tidak menduga jika salah satu warganya melakukan perbuatan aib itu. Namun setelah mendengar sendiri pengakuan sang anak, warga akhirnya baru percaya.

Warga yang marah dengan perbuatan aib tersebut kemudian menggrebek rumah yang dihuni pelaku . Warga yang sudah geram berusaha menghakimi pria beranak dua tersebut. Namun anggota polsek Ajibarang yang tiba di lokasi langsung menenangkan warga. Untuk menghindari aksi anarkis, polisi kemudian mengamankan pelaku ke mapolsek ajibarang.

Kepada polisi korban mengaku telah digauli ayah kandungya sebanyak lima kali. Perbuatan tersebut dilakukan di kebun dan di dalam rumah saat sang istri sedang berjualan di pasar.

Sementara itu, saat dimintai keterangan, pelaku membantah semua tuduhan tersebut. polisi kini masih melakukan penyelidikan intensif kasus ini.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pria yang tidak memiliki perkerjaan tetap ini harus menginap di Mapolsek Ajibarang. Pelaku tidak hanya diancam dengan KUHP, tetapi juga undang undang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara (banyumasnews.com/n-1).