PTIK Telaah Penanganan Terorisme

TEMANGGUNG – Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) melakukan kajian tentang penanganan kasus terorisme di tanah air. Sejumlah dosen PTIK, Selasa (6/10) melakukan studi lapangan ke Temanggung (Jateng). Tim dosen sempat berkunjung ke rumah Muhjari yang hancur diserbu tim Densus 88 untuk melumpuhkan tersangka teroris Ibrohim alias Boim. Tim juga melakukan wawancara dengan masyarakat, kalangan wartawan, dan mewancarai Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Zari dan Kapolres Wonosobo AKBP Khamdani.

“Kami perlu masukan atau saran dan kritikan dari masyarakat perihal terorisme yang ada. Bahan-bahan mamsukan ini akan kami sampaikan ke Kapolri dan akan dijadikan kajian di lembaga kami untuk dipelajari para mahasiswa,” kata Direktur Akademik Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) Brigjen (Pol) Drs Agus Wantoro, saat mengunjungi lokasi rumah Muhjari (70) di Dusun Beji Desa/Kecamatan Kedu Kabupaten Temanggung.

Tim PTIK yang terdiri dari empat dosen ini sebelumnya mengunjungi Polres Temanggung untuk mendapatkan masukan dari para anggota polisi, tokoh masyarakat dan wartawan terkait persoalan terorisme di Temanggung.

“Kajian penanganan terorisme ini dilakukan PTIK untuk menjadi bahan perkuliahan dan peningkatan profesionalisme Polri terutama mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di PTIK. Survei langsung dari lapangan ini semacam studi banding,” timpal Drs Wahyu Rudanto Msi, dosen pengampu Polmas dan Administrasi Pemerintahan.

Wahyu memaparkan situasi dan kondisi saat penangkapan teroris dan kondisi setelahnya, tidak banyak diketahui oleh para mahasiswanya. Seberapa besar traumatik atau ketakutan masyarakat, kemudian seberapa besar penerimaan masyarakat terhadap kenyataan tersebut, lalu apa persepsi masyarakat terhadap Polri dan terorisme, semuanya ini menjadi data-data yang dibutuhkan lembaganya untuk dikaji ulang.

Dimungkinkan banyak sekali persepsi di masyarakat yang beragam dalam memandang terorisme dan cara-cara penanganannya oleh Polri. “Untuk itulah masyarakat sekitar rumah persembuyian kawanan teroris seperti di Beji Temanggung dan Mojosongo Solo perlu disurvei. Tekanan psikologis masyarakat di sekitar rumah yang digerebek Densus ini tentu akan berbeda dibanding masyarakat lain,” kata dosen psikologi Lia Sutisnawati SPsi MSi (banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.