Diduga dibunuh, mayat wanita ditemukan di kebun

LOGO RESKRIMPURBALINGGA – Sesosok mayat wanita yang belakangan diketahui bernama Puji Handayani (46) ditemukan di kebun belakang rumah di wilayah RT 3 RW 4 Dusun Kaliares, Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Senin (5/10). Melihat luka-luka di sekujur tubuhnya, kuat dugaan mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Kapolres Purbalingga AKBP Ruslan Effendi melalui Kapolsek Kaligondang AKP Suharsono SH mengatakan, saat ditemukan di sejumlah bagian tubuh mayat ditemukan adanya luka. “Diantaranya luka memar di pelipis kanan. Selain itu juga ada luka lecet di siku tangan kanan. Di lehernya juga seperti ada bekas cekikan,” ungkapnya.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh Sukana (48), yang tak lain adalah suaminya sendiri.  Saat itu menurutnya keluarga telah mencoba mencari tahu keberadaan korban. Pasalnya sejak malam dia pergi meninggalkan rumah tanpa pesan yang jelas. ”Tak tahunya pagi harinya korban telah ditemukan menjadi mayat di kebun belakang rumah,” ujar Harsono.

Penemuan mayat itu langsung dilaporkan oleh pemerintah desa kepada polisi. Polisi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Awalnya pihak keluarga menghalang-halangi  langkah polisi yang membawa mayat korban ke kamar mayat RSUD Purbalingga guna diotopsi. “Mayat itu sempat dibawa pulang kembali ke rumah. Namun ketika hendak dimakamkan polisi menegaskan untuk perlu dilakukan otopsi. Pasalnya ada indikasi korban meninggal karena pembunuhan,” kata Suharsono.

Dari hasil otopsi memang diketahui bahwa korban meninggal karena dicekik lehernya. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya tinja di dubur korban. Mengenai siapa pelakunya masih dalam penyelidikan polisi. Namun diperkirakan pelaku kenal dengan korban. “Karena lokasi ditemukannya korban hanya berjarak beberapa meter saja dari rumahnya,” katanya.

Polisi belum menemukan alat atau senjata yang diduga digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Polisi hanya menemukan kain stagen yang diperkirakan milik korban. Saat ditemukan posisi korban tengkurap dan berada diantara pematang kebun.

Kades Kalikajar Dwi Hartati mengatakan dia dan warga yang lain merasa terkejut mendengar bahwa korban ditemukan tewas di kebunnya. Menurutnya selama hidup korban berprofesi sebagai pedagang sayuran di rumahnya. Setiap pagi korban berangkat ke pasar untuk kulakan sayur. “Hubungan dengan keluarga saya kira juga harmonis. Dia tinggal bersama suami dan tiga anaknya. Dua diantaranya sudah berkeluarga dan masih tinggal serumah,” kata Dwi Hartati (banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.