Lagi, PKL Jensud Purwokerto diusir Satpol PP

Ditulis 05 Okt 2009 - 18:35 oleh Banyumas1
Seorang ibu yang menangis akibat diusir dan dilarang berjualan di sepanjang Jalan Jendsud Purwokerto (foto:cit/BNC)

Seorang ibu yang menangis karena dilarang berjualan di sepanjang Jalan Jendsud Purwokerto (foto:cit/BNC)

PURWOKERTO – Upaya sterilisasi ruas – ruas jalan protokol dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) terus dilakukan oleh Pemkab Banyumas. Setelah Sabtu (3/10) kemarin Satpol PP melakukan penertiban PKL dengan cara menyita sarana dan komoditas dagang, Senin pagi (5/10)  Satpol PP kembali melakukan penertiban di wilayah yang sama.

Nungky H Rachmat Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas menuturkan tetap akan melakukan razia sampai Jl. Jenderal Soedirman tersebut bebas dari para PKL, begitu juga dengan ruas-ruas jalan lain yang telah ditetapkan oleh Pemkab harus steril.

Upaya penertiban ini diwarnai kericuhan karena para PKL tetap menolak untuk di razia. Mereka berupaya mempertahankan barang dagangannya agar tidak ikut disita oleh Satpol PP. Para PKL mengumpat dan mencaci maki para personel Satpol PP yang dianggap hanya sebagai kaki tangan Mardjoko.

“Kami bukannya membangkang, tapi tolong perhatikan nasib kami. Pemkab mempunyai kewenangan untuk membuat kebijakan, masa buat kebijakan yang pro rakyat saja tidak mampu” ujar salah seorang pedagang.

Para PKL menolak opsi Pemkab yang bersikeras untuk merelokasi mereka ke lantai 2 Pasar Wage dan juga Kebon Dalem. Mereka menganggap itu bukanlah jalan keluar melainkan upaya dari Pemkab menghilangkan keberadaan para PKL tersebut dari Purwokerto ini.

Para PKL menuntut direlokasi di sebelah selatan Pasar Wage namun Pemkab menolak tuntutan tersebut dengan alasan tempat tersebut HGB milik perorangan. Para PKL mengancam akan tetap berjualan ditempat tersebut sampai Bupati Mardjoko mendengarkan aspirasi dan mengabulkan tuntutan mereka (banyumasnews.com/cit).

Tentang Penulis

Leave A Response