Dosen berpendidikan S1 disesalkan mahasiswa

PURWOKERTO – Dari sekitar 1300 jumlah dosen di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, 15 % diantaranya masih berpendidikan S1. Hal ini tentu saja berseberangan dengan aturan yang berlaku dimana syarat seorang staff pengajar di perguruan tinggi untuk jenjang S1 minimal harus S2, sedangkan untuk pengajar S2 harus berpendidikan S3.

Rektor Universitas Jenderal Soedirman Ir. Sudjarwo  ketika dikonfirmasi Senin (05/10) mengungkapkan bahwa ada beberapa faktor mengapa kemudian masih ada dosen yang berpendidikan S1 antara lain ada dosen yang sudah lanjut yang kalaupun kuliah kembali sebentar lagi akan pensiun. Kedua ada kemudian prodi – prodi yang sangat jarang staff pengajarnya berpendidikan hingga S2, dan ketiga ada beberapa dosen yang malas kembali untuk kuliah. Ketika disinggung soal sanksi, Sudajrwo menuturkan bahwa belum ada sanksi untuk hal ini.

“Belum ada sanksi yang tegas untuk masalah pendidikan dosen ini, namun bagi dosen yang belum S2 maka ia tidak berhak mendapatkan tunjangan profesi dosen” ujar Sudjarwo.

Beragam pandangan dari mahasiswa menanggapi hal ini. Galuh (22) mahasiswa fakultas ekonomi Unsoed sedikit menyesalkan hal tersebut. Menurut Galuh sudah semestinya para dosen pendidikannya lebih tinggi dari jenjang yang diajarnya. “Masa S1 mengajar mahasiswa yang tengah mengejar S1, ini kan sedikit lucu” ketus Galuh.

Sedangkan Ida (21) mahasiswa fakultas Biologi Unsoed sedikit lebih bijak menanggapi hal ini. Menurutnya tidak mengapa dosen tersebut belum S2 asalkan kompetensinya memenuhi standar seorang pengajar di lingkungan universitas. Namun dirinya tetap mengharapkan ada semacam impuls dari pihak rektorat untuk menyuruh dosen – dosen tersebut untuk kembali bersekolah (banyumasnews.com/cit)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.