Alat perekam gempa puncak Gunung Slamet rusak

Gunung Slamet saat tenang tana semburan lahar (foto:tgr/BNC)
Gunung Slamet saat tenang tanpa semburan lahar (foto:tgr/BNC)

PURBALINGGA – Alat pemantau gempa di puncak Gunung Slamet (3.428 m dpl) yang dipasang dari sisi pos pengamatan gunung Slamet Desa Gambuhan, Pemalang, kondisinya tidak berfungsi maksimal. Belum jelas, apakah peralatan tersebut rusak karena muntahan material atau hanya panel surya yang tertutup oleh debu.

Peralatan berupa seismograf  untuk mencatat gempa, dan Electronig Distance Measurement (EDM) untuk melihat seberapa besar bumbungan asap. Alat perekam gempa itu berfungsi memverifikasi data gempa yang ditimbulkan aktivitas Gunung Slamet.

”Sejak rusaknya  peralatan  yang dipasang dari sisi wilayah Pemalang, praktis yang berfungsi hanya peralatan  yang dipasang  sejak 1 Mei 2009 di wilayah Dukuh Bambangan, Kecamatan Karangreja, Purbalingga; peralatan di pancuran tujuh Baturaden, dan alat yang terpasang di wilayah Guci tegal,” kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Slamet di Desa Gambuhan Kecamatan Pulosari Pemalang, Sukedi, Minggu (4/10).

Menurut Sukedi, meski aktivitas Gunung Slamet sudah mulai menunjukan penurunan dibandingkan sebelumnya, namun karena masih adanya aktivitas vulkanik yang intensitasnya rendah hingga saat ini statusnya masih dipertahankan pada tahap waspada. Dengan status waspada ini berarti puncak Gunung Slamet masih tertutup bagi pendakian.

Saat ini puncak Gunung Slamet, lanjut Sukedi, bisa dikatakan masih berbahaya untuk aktivitas pendakian. Hal ini disebabkan material yang ada dipuncak masih baru sehingga masih dalam kondisi panas, selain itu kondisinya juga masih labil sehingga membahayakan. ”Bahkan kepundan yang ada dipuncak sejak terjadi letusan beberapa waktu yang lalu kini kondisinya sudah rata karena tertutup material, hanya saja belum diketahui apakah material yang menutupnya sudah stabil atau ada kemungkinan bergeser,” kata Sukedi (banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.