1 Nopember, suplai minyak tanah dihentikan

Antre minyak (foto:tgr/BNC)
Antre minyak (foto:tgr/BNC)

PURBALINGGA – Terhitung mulai tanggal 1 Nopember 2009 mendatang, suplai bahan bakar bersubsidi minyak tanah (mitan) akan dihentikan total. Yang tersisa hanya 10 persen dari kuota dan tanpa subsidi. Purbalingga bersama 12 kabupaten dan kota di Jateng direncanakan mencapai posisi dry (bebas) mitan bersubsidi pada 1 Oktober 2009. Hanya saja, dengan berbagai pertimbangan, meliputi adanya daerah yang masih sangat tergantung dengan mitan, penghentian suplai mitan bersubsidi ditunda hingga Nopember mendatang.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Purbalingga, Drs Jarot Sopan Riyadi mengatakan, dengan ditetapkannya Purbalingga sebagai wilayah dry mitan, jatah minyak tanah tinggal sepuluh persen dari kuota. “Hingga bulan Oktober ini masih ada kuota 25 persen dari jatah 3.600 kiloliter per bulan,” kata Jarot, Minggu (4/10).

Ditanya mengenai kebutuhan mitan untuk industri kecil di Purbalingga, Jarot menyebutkan, ada wacana dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Propinsi Jateng mengenai penyaluran khusus mitan bersubsidi untuk pengrajin batik dan keramik. ”Pengertian pengrajin itu pelaku usaha mikro kecil. Bukan industri pabrikan,” kata Jarot.
Mengenai mekanisme penyalurannya, Jarot mengaku belum mengetahui. Hanya saja menurut Jarot, ada klausul mitan bersubsidi khusus untuk industri hanya disalurkan untuk sentra-sentra industri kecil saja. Misalnya di Purbalingga ada sentra industri batik. Nanti ada jalur khusus distribusi mitan bersubsidi untuk pengrajin batik itu.

”Seperti di Klampok Banjarnegara, misalnya Karena disana banyak industri kecil yang memproduksi keramik, nantinya ada jalur khusus yang menyalurkan mitan bersubsidi kepada para pengrajin keramik. Tapi kalau yang memproduksi keramik dalam partai besar dan bersifat pabrikan, tidak akan mendapat jatah mitan bersubsidi,” ujarnya. (banyumasnews.com/tgr)

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.