Tolak Pelantikan SBY-Boediono, Kongres Persaudaraan Golput Dibubarkan

sri bintang pamungkas disekapSOLO – Kongres Persaudaraan Golput yang dimotori oleh Sri Bintang Pamungkas di sebuah hotel kelas melati di Solo, Sabtu (3/10) dibubarkan polisi. Pembubaran terpaksa dilakukan dengan alasan panitia menyalahi prosedur dalam penyampaian pemberitahuan kegiatan. Akibat pembubaran itu, Sri Bintang yang pernah mendirikan Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI) itu gagal melakukan orasi.

Bahkan, Sri Bintang yang datang ke hotel itu dengan naik becak, dihalang-halangi untuk masuk ke hotel. Kamar-kamar yang telah dipesan oleh Sri Bintang dan para peserta kongres, tidak bisa digunakan karena semua kunci kamar hotel diambil polisi. Sejumlah spanduk milik peserta kongres juga diturunkan oleh polisi.Aksi adu mulut sempat terjadi antara Kasat Intelkam Poltabes Surakarta Kom (Pol) Jaka Wibawa dengan Sri Bintang beserta anak buahnya di lobi hotel kelas melati tersebut. Sri Bintang bersikeras telah menyampaikan pemberitahuan secara benar seperti prosedur yang diatur oleh undang undang.

Sri Bintang sempat menunjukkan surat rekomendasi dari Komnas HAM, yang salah satunya ditujukan kepada polisi. Saat surat itu diserahkan, Jaka Wibawa menolak.

Atas penolakan itu, Sri Bintang menilai polisi melecehkan Komnas HAM. Sedangkan Jaka berdalih, jika memang hendak menyerahkannya harus di kantor polisi.
Jaka dan jajaranya tetap melarang kegiatan kongres digelar. Alasannya, perizinan untuk melakukan kongres tersebut tidak lengkap. Dia juga mengatakan panitia acara tidak pernah datang ke kepolisian.

Sri Bintang Pamungkas mengaku sangat menyesalkan ulah polisi yang dianggapnya telah menjadi kaki-tangan kekuasaan. ”Alasan pelarangan sangat mengada-ada. Kami telah menyerahkan surat pemberitahuan kepada polisi. Itu artinya panitia tidak perlu meminta izin, tapi cukup menyampaikan pemberitahuan,” kata Sri Bintang.

Sri Bintang yang menjabat Presiden Persaudaraan Golongan Putih menambahkan kongres hanya akan mengagendakan diskusi antar sesama simpatisan golput. Sedangkan isu besar dalam diskusi adalah penolakan terhadap pelantikan Yudhoyono – Boediono sebagai presiden dan wakil presiden.

”Dosa dan kesalahan keduanya cukup besar. Kalau kami tidak senang keduanya apa harus dipaksa senang. Rezim ini sudah terlalu jauh menzalimi kebebasan warga negara dalam bersikap dan berpikir dan bersikap,” kata Bintang (banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.