Penertiban PKL di Jensud Purwokerto ricuh

WISATA PURBALINGGA
Ditulis 03 Okt 2009 - 17:21 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Pengusiran terhadap PKL d Jalan Jenderal Soedriman (Jensud) Purwokerto Sabtu siang (03/10) berlangsung ricuh. Sejumlah pedagang berusaha bertahan di lokasi tersebut. Namun pertahanan para PKL ini berhasil dijebol puluhan petugas Satpol PP. Mereka akhirnya menyerah dan meninggalkan lokasi. Namun ada sebagan dari mereka yang meninggalkan barang-barang tersebut.

“Saya tidak mau pergi, kalau memang saya ditertibkan, tolong yang adil dong, PKL di tempat lain juga ditertibkan,” ujar sejumlah pedagang.

pETUGAS Satpol PP usir dan angkut dagangan milik PKL di Jl Jensud Purwokerto Sabtu (03/10) siang (foto;cit/BNC)
Petugas Satpol PP usir dan angkut dagangan milik PKL di Jl Jensud Purwokerto Sabtu (03/10) siang (foto: cit/BNC)
Para PKL yang tertunduk lesu setelah barang dagangannya diambil oleh Satpol. (Foto: Cit/BNC)

Para PKL yang tertunduk lesu setelah barang dagangannya diambil oleh Satpol. (Foto: Cit/BNC)

Meski mereka menghiba-hiba kepada petugas namun aparat Satpol tidak mengindahkan teriakan para pedagang dan langsung mengusir mereka.

Insiden kericuhan ini terjadi saat sekitar pukul 10.00 WIB puluhan Satpol PP melakukan tindakan pengusiran secara paksa terhadap para PKL yang dinilai membandel karena masih saja berjualan di trotoar sepanjang Jl. Jenderal Soedirman Purwokerto. Meskipun telah diperingatkan dan dilarang. Bukan hanya itu, namun Satpol PP juga mengangkuti semua sarana dagang dan juga komoditas dagang para PKL tersebut.

Menurut Kepala Satpol PP Kabupaten Banyumas Drs Nungky Harry Rachmat tindakan tegas ini adalah upaya terakhir setelah sebelumnya baik tindakan administratif dan juga persuasif tidak juga digubris oleh para PKL.

“Ini adalah upaya guna mengamankan kebijakan Pemkab Banyumas dalam penataan kota, dimana salah satunya dengan cara sterilisasi para PKL yang berjualan di ruas jalan dan trotoar,” ungkap Nungky.

Sisa barang dagangan yang tidak ikut disita Satpol PP. (Foto: Cit/BNC)

Sisa barang dagangan yang tidak ikut disita Satpol PP. (Foto: Cit/BNC)

Sesuai kebijakan Pemkab Banyumas ada 4 ruas jalan yang ditetapkan harus steril dari para PKL yakni Jl. Jenderal Soedirman, Jl. Dr. Angka, Jl Gatot Soebroto. dan Jl. Suatio. Mengenai barang dagangan para PKL yang diangkut, Nungky menuturkan bahwa sarana dan komoditas dagang tersebut hanya disita sementara, untuk menebusnya para PKL harus menadatangani surat pernyataan di atas materai bahwa tidak akan berjualan lagi di  area-area tersebut.

Nungky mengancam jika para PKL tersebut masih saja nekat berjualan, maka tindakan pidana akan diambil yakni sesuai Perda PKL No.4 Tahun 2003 dimana akan dijatuhi hukuman 3 bulan kurungan atau denda. Nungky berharap PKL bisa lebih kooperatif dengan bersedia dipindahkan di lokasi –lokasi yang telah ditetapkan Pemkab yakni di Lt. 2 Pasar Wage dan juga Kebon Dalem.

Berlarut-larutnya masalah PKL ini dikarenakan tidak adanya titik temu antara Pemkab Banyumas dengan para PKL ikhwal tempat relokasi. Pemkab bersikeras merelokasi para PKL ke dua titik yakni Lt. 2 pasar Wage dan juga Kebon Dalem namun menurut para PKL kedua tempat tersebut kurang strategis dan hanya akan membuat mereka merugi. Tindakan pengusiran secara paksa yang dilakukan Satpol PP menurut para PKL adalah tindakan tidak berperikemanusiaan.

“Seharusnya Bupati berpikir kita disini ini nyari makan, kalau kita tidak jualan lantas kita makan apa,” kata salah seorang pedagang yang terkena operasi penertiban. (cit/BNC)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Hanan 19/10/2009 pukul 13:29 -

    ..bila memang mo digusur harusnya tetep dilakukan scra manusiawi,jgn smpai ada bentrokan lah (doa kta bersma)..

  2. ipank 05/10/2009 pukul 11:56 -

    priwe yahhhhhhhhhhhh,,,,,,memang serba bingung and melassssssssssss, satu sisi pengin mangan satu sisi pengin bersih,,,,,,,,,,ya sing bijaksana bae guli nertibna,….melas wong cilik

  3. adhe 05/10/2009 pukul 09:56 -

    no komen lah..

Leave A Response