Himbauan pakai batik direspon positif karyawan swasta

Ditulis 02 Okt 2009 - 20:46 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Himbauan memakai pakaian batik pada Jum’at, 2 Oktober 2009, direspon positif oleh kalangan perusahaan swasta. Tidak hanya kantor pemerintah yang mewajibkan pemakaian batik (yang memang sudah berlangsung lama), namun untuk tanggal 2 Oktobe ini perusahaan swasta nasional dan lok

Dengan baju batik berpose di depan rumah makan (foto:ist/BNC)

Dengan baju batik berpose di depan rumah makan (foto:ist/BNC)

Karayawan bank swasta ini berpose sebelum aktifitas (foto:ist/BNC)

Karayawan bank swasta ini berpose sebelum aktifitas (foto:ist/BNC)

Ayo bergaya sebelum kerja (ist/BNC)

Ayo bergaya sebelum kerja (ist/BNC)

Front liner sebuah bank dengan pakaian batik Banyumasan (foto:ist/BNC)

Front liner sebuah bank dengan pakaian batik Banyumasan (foto:ist/BNC)

Suasana meeting karyawan bank swasta di hari batik (foto:ist/BNC)

Suasana meeting karyawan bank swasta di hari batik (foto:ist/BNC)

al pun menghimbau karyawannya untuk ikut berpartisipasi menyambut pengakuan batik sebagai warisan asli budaya Indonesia, yang telah mendapat pengakuan dunia (UNESCO).

Terlihat di kantor-kantor para karyawan mengenakan batik, dan menyempatkan kesempatan yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dengan berfoto bersama. Seperti ditunjukkan karyawan sebuah bank swasta di Jl. Jend Sudirman Purwokerto, para karyawan di pagi hari sebelum beraktifitas, menyempatkan berkumpul dan berfoto ria.

Siang hari pada saat jam makan siang, semarak batik masih terlihat, seperti yang ada di rumah makan di dekat Unsoed, tampak pengunjung yang masih setia mengenakan batik.

“Ayo foto-foto… up date di facebook ya…” gurau Irein, karyawan bank swasta. Nova, seorang customer service di salah satu bank swasta tampak bangga mengenakan baju batik hari ini, “Bagus ya batik kalau dipakai bareng-bareng, kompak gitu loh” kata Nova.

Himbauan memakai baju batik ini menunjukkan rasa bangga sekaligus sikap yang menghargai karya bangsa sendiri, walaupun yang dipakai adalah batik dalam bentuk motifnya saja, karena kebanyakan yang dipakai adalah batik printing. “Ya iyalah, angger nganggo batik tulis asli ya ora teyeng tuku (Ya iyalah, kalau pakai batik tulis yang asil ya tidak bias beli)”, kata Dedy, staf di kantor bank tersebut.

Kini yang beredar secara missal adalah batik printing, karena batik asli hand made berharga mahal dan umumnya hanya menjadi koleksi para kolektor (banyumasnews.com/ist)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. irein 03/10/2009 pukul 06:43 -

    ayo p’banyak koleksi batik kita !! Batik bkn lg milik suku or gol usia t’tentu. So,jgn marah kl ada negr lain yg ngeklaim batik sbg wrsan bdy kl kt sdr ogah pake batik.. Bravo batik,songket,ulos,bahkan koteka !!

  2. irein 03/10/2009 pukul 06:39 -

    Ayo p’banyak koleksi batik kita !! Batik bkn lg milik suku or gol usia t’tentu..so,jgn marah kl ada yg ngeklaim batik sbg warisan budaya,kl kt sendr ogah pk batik..Bravo batik,songket,ulos,bahkan koteka !!

Leave A Response