Syech Puji diancam 15 tahun penjara

SEMARANG – Pujiono Cahyo Widianto alias Syech Puji, terdakwa pernikahan dini dengan Lutfiana Ulfa (13) diancam dengan dakwaan hukuman maksimal 15 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta. Hal tersebut terungkap dalam sidang perdana Syech Puji yang berlangsung tertutup di Pengadilan Negeri Kabupaten Semarang, Kamis (1/10).

Jaksa penuntut umum (JPU) yang terdiri dari lima orang dan dipimpin Suningsih, SH usai persidangan mengatakan, Syeh Puji didakwa melanggar Pasal 81 ayat (2) dan atau 88 UU No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 230 ke-2e KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1e KUHP. Yakni melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannnya atau dengan orang lain dan atau mengeksploitasi ekonomi atau anak dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain. Dia juga didakwa melakukan perbuatan cabul dengan seseorang yang umurnya belum cukup atau belum masanya dikawin.

“Sesuai pasal yang didakwakan terdakwa terancam dikenai hukuman paling singkat tiga tahun penjara, paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta,” kata Suningsih, yang juga jaksa di Kejati Jateng.

Ketua mejelis hakim Hari Mulyanto memberikan kesempatan eksepsi kepada penasehat hukum terdakwa. Namun penasehat hukum akan menggunakan kesempatan itu pada sidang kedua, Kamis (8/10) pekan depan.

Penasehat hukum terdakwa, OC Kaligis enggan memberikan komentar usai jalannya persidangan. Kaligis beralasan, sidang bersifat tertutup untuk umum sehingga secara etika tidak diperbolehkan kepada umum. ”No comment. Kalau saya memberi komentar bisa dipecat sebagai pengacara karena melanggar kode etik beracara. Sama seperti wartawan yang punya kode etik melindungi nara sumbernya,” kilah Kaligis (banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.