Anggaran pilkada Purbalingga dipangkas hingga Rp 8,7 milyar

Ditulis 01 Okt 2009 - 19:14 oleh Banyumas1

PURBALINGGA – Pemkab Purbalingga terpaksa memangkas anggaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) sekitar Rp 8,3 milyar.  Semula Komisi Pemilihan Umum (KPU) Purbalingga mengusulkan anggaran senilai Rp 24 juta untuk pilkada dua putaran, dan Rp Rp 16,3 milyar untuk satu putaran. Dengan adanya pemangkasan tersebut maka alokasi total anggaran untuk Pilkada dua putaran menjadi sebesar Rp 15,3 Miliar. Jika hanya dilaksanakan satu putaran maka alokasi dana yang diberikan Rp 10,3 Miliar.

Ketua KPU Purbalingga Heri Sulistyono ST mengungkapkan, semula pihaknya mengajukan dana sebesar Rp 24 untuk pelaksanaan Pilkada dalam dua putaran. Jika hanya satu putaran, dana yang diajukan sebesar Rp 16,3 Miliar. “Dana itu sudah termasuk biaya honor bagi pelaksanan Pilkada seperti PPK dan Panitia Pengawas Lapangan (PPL),” kata Heri, Kamis (1/10).

Namun saat pembahasan dengan jajaran Pemkab melalui Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), terdapat sejumlah mata anggaran yang dievaluasi ulang. Diantaranya honor penyelenggara. “Honor anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam) yang semula diusulkan untuk ketua Rp 1 juta dan anggota Rp 800 ribu dipangkas menjadi ketua Rp 750 ribu dan anggota Rp 600 ribu. Hal serupa juga terjadi pada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang juga sama dengan anggota Panwascam,” jelas Heri.

Menyusul pemangkasan anggaran maka jumlah anggota Kelompok Pelaksana Pemungutan Suara (KPPS) juga dikurangi. Jika sebelumnya diusulkan berjumlah 7 orang, yang disetujui hanya 5 orang. Kemudian pengadaan surat suara yang diusulkan berjumlah 1000 lembar dikurangi  menjadi 750 lembar. “Kami tidak mempersoalkan adanya pemangkasan tersebut karena memang harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah,”kata Heri. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response