Empat orang tewas di Laut Kebumen

Ditulis 30 Sep 2009 - 21:14 oleh Banyumas1

KEBUMEN – Laut Selatan kembali meminta korban jiwa manusia. Korban kali ini Joko Santoso (20) warga RT 02 RW 10 Desa Gadungbangkong Kecamatan Ngamprah Kabupaten Bandung Barat. Joko tewas, Selasa (29/9) sore ketika tengah mandi di Pantai Rowo Mirit Kebumen. Dengan tewasnya Joko, berarti pantai di wilayah Kebumen telah meminta empat korban jiwa manusia.

Empat korban tewas sebelumnya masing-masing Yulianto (18), warga Desa Kebutujurang Banjarnegara, yang tewas pada Rabu (23/9) di Pantai Petanahan. Kemudian Nisam (30), warga Desa Kendege Banjarmangu Banjarnegara, yang digulung ombak pada Sabtu, (26/9) di Pantai  Suwuk Puring. Sedang korban lainnya yang hingga kini mayatnya belum ditemukan yakni Riswanto (18) warga Desa Kalirejo Karanggayam Kebumen. Riswanto hilang ditelan ombak pada Sabtu, 26/9) di Pantai Petanahan.

Korban tewas Joko terjadi ketika tengah berlibur di rumah pacarnya yang bernama Winarti (20), warga RT 2 RW 2 Desa/Kecamatan Bonorowo. Sekitar pukul 13.00 WIB, korban bersama Winarti berkunjung ke Pantai Rowo Mirit. Tak lama setelah sampai di pantai, korban pun langsung menyeburkan diri mandi di laut. Tepatnya di sebelah timur pintu masuk pantai Rowo. Sementara sang pacar Winarti menunggui di tepi pantai, sekitar 15 meter dari lokasi korban mandi.

Selang satu jam kemudian, korban sudah tidak kelihatan di pantai. Winarti pun mulai panik. Apalagi setelah ditunggu hingga sore hari, korban tak juga nongol. Akhirnya Winarti segera lapor ke petugas kepolisian yang tengah berjaga di pantai itu.

Kapolsek Mirit AKP Mun Sudaryanto, mengatakan, pihaknya mendapat laporan hilangnya seorang pengunjung pantai sekitar pukul 19.00, Selasa (29/9). Begitu mendapat laporan, polisi bersama Tim SAR melakukan pencarian. (banyumasnews.com/tgr)

Pantai Kebumen sepi tetapi penh misteri (foto:tgr/BNC)

Pantai Kebumen sepi tetapi penuh misteri (foto:tgr/BNC)

Tentang Penulis

Leave A Response