Promosi lemah,kunjungan wisatawan ke Banyumas turun

Ditulis 29 Sep 2009 - 22:44 oleh Banyumas1

PURWOKERTO – Jumlah wisatawan yang berkunjung di Banyumas pada musim Lebaran 2009 kali ini menurun dari tahun sebelumnya. Penurunan jumlah wisatawan tersebut berkisar antara 5000 hingga 10.000 orang pengunjung atau turun 5 % dari tahun sebelumnya. Pada musim Lebaran 2009 kali ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke berbagai objek wisata yang dikelola oleh pemerintah Kabupaten Banyumas seperti Baturraden, Museum Pangsar, Kali Bacin, hanya sebesar 88460 orang pengunjung.

Dari ketiga objek wisata tersebut pemerintah Kabupaten Banyumas mendapatkan pemasukan sebesar Rp. 722.826.850,-. Tidak ada kenaikan harga tiket masuk pada musim Lebaran 2009 kali ini, harga yang ditetapkan sama seperti ketika tahun lalu. Baturraden Rp.7500,-/ orang, Kali Bacin Rp. 3000,- / orang, Museum Pangsar Rp. 3000,- / orang.

Djatmiko Kasi Perkembangan Objek Wisata Disparbud Kabupaten Banyumas mengungkapkan kepada BanyumasNews.Com Selasa (29/9), bahwa penurunan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Banyumas dipengaruhi oleh beberapa faktor. Antara lain, naiknya tingkat perekonomian masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang pergi ke objek wisata yang lebih mahal, banyaknya pilihan objek wisata yang ada di sekitar Banyumas seperti Purbalingga, Kebumen, dan Banjarnegara.

Sekarang banyak pilihan objek wisata dan tidak hanya terpatok di Baturraden, pemerintah Kabupaten lain juga kembali merevitalisasi asset wisata mereka, namun itu menjadi tantangan untuk kita guna kembali menggaet wisatawan” tutur Djatmiko.

Djatmiko membantah bahwa penurunan jumlah wisatawan tersebut disebabkan oleh buruknya kualitas pelayanan terhadap para wisatawan yang berkunjung di Banyumas, bahkan dirinya menuturkan meskipun terjadi penurunan jumlah wisatawan namun pola belanja wisatawan meningkat diberbagai sektor seperti makanan, pakaian, kerajinan tangan, dan juga hotel.

Sementara itu sejumlah kalangan menilai, penurunan jumlah wisatawan ke Banyumas akibat lemahnya promosi wisata. Diperkirakan jumlah kunjungan akan terus mengalami penurunan, jika sistem yang ada semasa bupati terdahulu masih terus dilakukan pada pemerintahan sekarang.

Faktor yang sering dianggap sepela yaitu managemen promosi yang sangat lemah. Di banding dengan kabupaten lain seperti Purbalingga yang sangat cerdas mengelola promosi wisata.” Kita bisa lihat di teve dan koran, yang ada selalu saja obyek wisata kabupaten tetangga kita Purbalingga. Mereka memang sangat cerdas membangun kemitraan dengan insan pers, sehingga secara otomatis nama Purbalingga terangkat,” ujar Yoga Sugama salah seorang anggota DPRD Banyumas.

Ironisnya, meski ada pemberitaan tentang obyek wisata di Banyumas, selalu yang negatif negatif. Ini sangat jelas menunjukan lemahnya kordinasi antara pihak kehumasan dengan insan pers. Mestinya humas mau belajar dengan kabupaten lain yang telah berhasil seperti Purbalingga (banyumasnews.com/cit)


Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. info purwokerto 16/10/2009 pukul 08:24 -

    memang sudah dari dulu objek wisata di purwokerto Banyumas terbengkalai, makanya nda usah nunggu dari pemerintah, kalo kita bisa sedikit bantu, kenapa tiddak, bukan begitu bos? :)

  2. nida 30/09/2009 pukul 09:35 -

    sebuah kritik yang harus disikapi dengan bijak, bukan menganggap dan selalu merasa ”Banyumas atau Purwokerto kan sudah punya segalanya…, wajar kalau daerah lain maju, karena mengejar ketertinggalan”. Sebuah sikap yang pada dasarnya mencerminkan responsibility yang rendah dari Pemkab. Yang dibangun jalan di kota, yang ironisnya harus menebang pohon-2….

    Kritik2 ini ada karena masih sayang Banyumas… oh Banyumasku sayang…

  3. Ari 30/09/2009 pukul 09:24 -

    Ada apa sebenarnya dg banyumas ini? begitu banyak potensi, letaknya yg strategis, SDM yg banyak tp kok rasa2nya di bidang pariwisata semakin melempem saja. Baturaden dari dulu saya kecil sampai sekarang berumur 35 tahun keadaan gitu2 saja, ngga ada perkembangan yg signifikan. Idem dg obyek wisata lainnya (kalibacin, cipendok dll). Perlu inovasi yg cerdas dan revolusioner untuk membangkitkan dunia pariwisata bms. Apalagi sudah banyak saingan di kanan kiri yg siap & sudah menerkam bms. Alasan semakin banyaknha obyek wisata di kabupaten lain sebagai akibat menurunnya jml wisatawan tdk dpt 100 % jadi alasan, justru ini sebagai cambuk bagi stake holder di bms untuk dapat meningkatkan dan menciptakan obeyek wisata baru di bms. Gagasan Serayu River Voyage (SRV) saya kira sangat bagus dan perlu lebih cepat direalisasikan. Atau sekalian didirikan mal2 besar, restoran2, toko2 kerajinan tangan dsb. di pwt sebagai kota barang dan jasa. Bukankan sekarang mal2 jg sbg tempat wisata? Perpaduan yang unik antara mal2 dan keindahan alam di bms (baturaden, serayu) akan menciptakan sinergi yang kuat dan kemungkinan besar akan menarik jml wisatawan lebih banyak lagi datang ke bms/pwt. Semoga

  4. widyaningsih 30/09/2009 pukul 07:20 -

    Memang sejak jamannya bupati Aries Setiono, yg namanya obyek wisata Banyumas sepi kunjungan. Aku sampai heran, kok bisa kalah dengan Purbalingga yang sebuah kabupaten kecil.
    Herannya lagi, Banyumas kan gudangnya orang pinter, ada puluhan perguruan tinggi. Eh lucunya para dosen2 ini malah lebih senang membangun kemitraan dengan Purbalingga, opo tumon.
    Kata seorang pegawai di setda Purbalingga, ujung tombak promosi itu ada pada Humas. Di purbalingga, antara Humas Pemkab dengan wartawan luar biasa akrabnya. Sampai sampai sering ngadain acara kumpul bareng di Owabong. Ironisnya, sebagian besar wartawan yg akrab dengan Humas Purbalingga, justru para wartawan asal Banyumas. Opo tumon?

Leave A Response