Wabup Husen:Jangan ‘peras’ pengusaha

Ditulis 29 Sep 2009 - 15:08 oleh Banyumas1

CILONGOK- Wakil Bupati (Wabup) Banyumas Drs Achmad Husein menghimbau agar aparat ataupun pejabat jangan melakukan pungutan liar terhadap para pengusaha yang mendirikan pabrik di wilayah kabupaten Banyumas baik dalam setiap melakukan kunjungan ataupun kesempatan lain. Hal itu disampaikan Wapub di sela-sela pemberian pengarahan terhadap para calon pioneer di bidang kerajinan pembuatan rambut palsu pada Selasa pagi (29/7) di aula Kecamatan Cilongok.

“ Para pengusaha yang mendirikan pabrik di Banyumas harus terbebas dari parktik pungutan liar. Saya menghimbau para petugas jangan sekali-kali minta fee kepada para pengusaha jika sedang melakukan peninjauan atau kunjungan kerja,” kata Husein.

Dengan demikian, lanjut Wabub, para pengusaha bisa mengembangkan usahanya di wilayah Banyumas, sebaliknya masyarakat dapat menikmati manfaatnya seperti terbukanya lapangan kerja dan ketersaluran tenaga kerja sehingga mengurangi angka penganguran di wilayah setempat.

“Apalagi tenaga kerja asal Banyumas dinilai baik di mata para pengusaha karena memiliki semangat kerja yang tinggi, ulet, telaten dan mau bekerja keras,” katanya.

Dijelaskan, salah satu investor yang siap membangun perusahaan di Banyumas yaitu PT Sun Starindo yang telah berhasil mengembangkan produksi di bidang pembuatan wig di Purbalingga, dalam waktu dekat akan membangun  perusahaan serupa di Kabupaten Banyumas, tepatnya di wilayah Kecamatan Cilongok.

Sebagai langkah awal,  kini pihak investor PT Sun melalui direkturnya Mr Byoung Hwa Ahn menggandeng kerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Cilongok, berupa perekrutan calon pioneer di bidang pembuatan wig. Dalam hal ini ada enam calon pioneer yang mewakili enam desa di Kecamatan Cilongok. Di antaranya desa Sudimara, Cilongok, Cipete, Lesmana dan Panembangan. Para calon pioneer akan mengikuti training cara pembuatan wig di Purbalingga mulai Kamis (1/10) selama satu bulan.

Setelah para pioneer mengikuti training, mereka akan merekrut sedikit 40 tenaga kerja di lingkungannya masing-masing sebelum akhirnya pihak perusahaan mendirikan pabrik wig di Cilongok.

Sedangkan salah satu alasan fihak Investor memilih Cilongok sebagai wilayah yang dipilih untuk membuka usaha di bidang pembuatan wig, menurut Mr Ahn, karena pemerintah setempat sangat menyelenggarakan dengan adanya pendirian perusahaan di wilayah tersebut. Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Drs M Rofiq Widadi MM, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Ir H Didi Rudwianto SH, MSi dan Camat Cilongok Fatikul Iksan. (banyumasnews.com/ham)

Tentang Penulis

Leave A Response