Sajak Herman Affandi, kiriman Asfahani Depok

Ditulis 29 Sep 2009 - 23:12 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
151
Dalam Tag

ASFAHANI KHOENANTO

Asfahani Khoenanto penyair asli Purwokerto ini mengirmkan puisi karya Herman Affandi, seorang penyair dari Desa Karangkemiri Kecamatan Karanglewas  yang telah meninggal 12 Oktober lallu.

Asfahani Sekarang berwirausaha setelah 30 tahun sebagai karyawan Kementerian Koperasi dan UKM. Sepanjang masa kerjanya dalam lingkup SDM, termasuk pembinaan kewirausahaan. Pada tahun 71 sampai tahun 77 an aktif menulis puisi, cerpen dan features di koran , majalah saat itu antara lain pelita minggu, sinar harapan, el bahar, suara karya dan majalah Selecta.Bersama Herman Affandi[alm], Dharmadi,Kurniawan Junaedhie,Ahita Teguh Susilo,Anton Suparno,dan sejumlah nama lainnya . Membentuk Sanggar Pelangi manifestasi dari wadah pengembangan kreatifitas anak anak muda Purwokerto yang terhimpun dalam Himpunan Penulis Muda. Kegiatan kegiatan kreatifnya banyak digembleng oleh Bpk Yatim Kelana dan Handrawan Nadesul serta. Piek Ardiyanto Supriadi[alm]. Asfhani sekarang tinggal di Cimanggis Depok. Usha lainnya memiliki rumah makan di Purbalingga. Sayang sekali Asfahani lupa mengrim fotonya.
SAJAK SAJAK
HERMANN AFFANDI

SYMPHONI GELOMBANG PASANG

mimpi jaga
penghujung abad

indonesia,gemuruh gelombang lautmu
mendebur menebah dada terbuka
deru angin mencumbu nyiur di pantai
mendesir mengombak hamparan padi menguning
mengelus mebuai hati petani

nun jauh di tyengah samudera raya
pelaut pelaut perkasa sibuk bergumul
menakluk alun membelah badai
agar perahu selamat dan sampai
di negeri jauh pelabuhan damai
membongkar memuait kontainer kemasan
bongkah bongkah mimpi dan harapan
berkah harkat kemakmuran bersama

sayup dengarlah alunan lagu gairah kerja
dari pabrik pabrik yang bertebaran
di antero pulau pulau persada
degup jantung nafas pekerja
degup jantung nafas semesta

dengar pula dentang irama
mantap membenam tiang tiang pancang
mengiring kesibukan para tukang
merakit besi men gcor beton bertulang
mereka : pemuda putera bangsa
berotot kawat bertulang baja
membangun puncak pencajkar angkasa
jlan raya kelas satu,dam dam raksasa
mercu suar kejayaan nusantara

indonesia, symhoni akbar sedang digelarkan
gaungnya jauh menjamah puncak puncak gunung
lembah laut rimba raya desa dan kota
irama nyanyian rakyat pejuang
bahana musik kebangkitan
bangsa merdeka

Tuhan,syukur ikhlas kami panjatkan
namun tak lupa doa kami,beri kami kekuatan
membrantas hama dan parasit
pohon kemerdekaan

purwokerto 1994

TELEGRAM

sepucuk telegram kilat
menjebakku tepat tengah hari
terhenyak di kursi seruku terpekik
Masyaallah! kau sodorkan alternatif
yang gawat itu. sedang kau tahu aku tak pernah siap
selain dengan sugesti dan nur kasihmu

Kasih engkau terlalu tega. semua karu As
ada di genggamanmu.jadilah aku kelincimu
yang paling tidak manis.kudis kurap meruyak
di sekujur jazadku.tak ada yang pantas pada diriku
untuk kubanggakan padamu. meski aku haqqul yakin
atas keutuhan cintamu

setiaku tercecer di lorong lorong mesum. namun
padfa saat paling jumud sekalipun
aku tetap menggumam namamu.mata rabunku minus tujuh
terlalu silau, tak mampu menatap agung wajahmu
meski cuma bayangmu
di kilas denyar kilat

satu yang paling memilukan,aku mesti berani
berterus terang padamu.sebab toh mata beningmu
kuasa menikam noktah paling tersamar di relung dadaku
kasih, disini jiwaku tergadai.nuraniku terbantai
di tengah kancah persabungan tak kunjung usai
hanyalah keagungan kasih sayang dan maafMu
Ya Rahman, Ya Rahim yang bisa menebusku
pulang damai dikeheningan waktuMu

purwokerto 1995

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. asfahani 10/10/2009 pukul 16:07 -

    mas makasih bangat ats pemuatan sajak herman affandi di banyumasnews.
    asfahani,depok

Leave A Response