PKBI Mandiraja berbagi kasih

Ditulis 28 Sep 2009 - 15:12 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Momen Idul Fitri merupakan saat-saat yang dinanti se

PKBI bersama anak yatim (foto:yov/BNC)

PKBI bersama anak yatim (foto:yov/BNC)

Panitia PKBI memberikan santunan untuk masyarakat Desa Kebanaran yang kurang mampu (foto:yov/BNC).

Panitia PKBI memberikan santunan untuk masyarakat Desa Kebanaran yang kurang mampu (foto:yov/BNC).

luruh umat Muslim. Selain untuk merayakan kemenangan setelah  satu bulan penuh berpuasa, lebaran sangat identik dengan silaturahmi untuk saling memaafkan antar teman, rekan kerja, maupun sanak saudara. Cerminan ini bisa dilihat dari salah satu Paguyuban Keluarga Besar Bani H. Ishaq (PKBI) di Desa Kebanaran, Kecamatan Mandiraja, Banjarnegara.

Halal Bihalal yang dilaksanakan PKBI pada hari keempat lebaran di depan SDN 1 Kebanaran dihadiri oleh kurang lebih 1016 orang keturunan H. Bani Ishaq. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkokoh ikatan keluarga, namun juga berhasil mengumpulkan dana tali asih untuk janda-janda yang kurang mampu, anak yatim piatu, bahkan untuk masyarakat luas yang benar-benar layak untuk dibantu.

“Santunan diberikan dalam bentuk kain sarung sebanyak 111 buah, kain jarit 9 buah, kaos 40 buah, alat tulis 40 paket, tas sekolah 23 buah dan sirup markisa 100 botol,” ujar Mashudi selaku Ketua kegiatan.

Sementara itu, Kombes Pol. Drs. Amin Syufangat, M.Psi sebagai penanggungjawab menuturkan bahwa paguyuban keluarga semacam ini sangat penting untuk dikembangkan di era yang serba instan seperti saat ini.

“Ketika teknologi seperti HP dan internet bisa mewakili pemakainya untuk bertegur sapa tanpa tatap muka, mau tidak mau kedekatan personal antar anggota keluarga menjadi luntur. Bahkan mungkin bagi keluarga besar seperti PKBI yang berjumlah 1016 orang sampai keturunan kelima ini banyak yang tidak kenal satu sama lain. Terutama kalangan anak mudanya,” ungkapnya.

Karena itu ia menambahkan, mudik lebaran selain sebagai tradisi bisa dimanfaatkan sebagai salah satu ajang kumpul keluarga untuk lebih mengenalkan silsilah keturunan, meningkatkan kepedulian sosial, juga bertukar informasi untuk turut serta membangun desa kelahiran.

Terpisah, Mantep Miharso, M.Si yang mengisi pengajian pada acara tersebut menyarankan agar generasi muda PKBI harus kreatif merancang kegitan-kegiatan yang inspiratif dan inovatif untuk kemajuan PKBI, desa, dan Banjarnegara secara umum.

“Cobalah generasi muda PKBI bekerjasama dengan pemuda desa yang lain membudidayakan jatinisasi atau sengonisasi di tepi jalan. Dengan penanaman pohon di sepanjang jalan desa, selain membuat rindang, beberapa tahun ke depan pohon tersebut bisa dimanfaatkan untuk pemasukan khas desa,” pintanya di akhir amanatnya.

Di akhir acara panitia membagikan tali asih, menampilkan pertunjukkan sulap, dan memotong tumpeng sebanyak 20 buah (banyumasnews.com/yov)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. mulat 08/02/2010 pukul 17:01 -

    itu adalah kampung halamanku (aku di perantauan), bangga aku sama orang2 di sana

Leave A Response