Kawah Sileri Dieng semburkan lumpur panas

Ditulis 28 Sep 2009 - 00:33 oleh Banyumas1

BANJARNEGARA – Kawah Sileri di Dataran Tinggi Dieng (DTD) Banjarnegara meledak dan menyemburkan lumpur panas. Ledakan sekitar Minggu (27/9) dini hari sekitar pukul 00.05 WIB dengan ketinggian lumpur tidak terukur dan radius lemparan sejauh 200 meter. Akibat semburan ini, sedikitnya enam hektar lahan kentang disekitar area ledakan tertimbun lumpur panas.

Meski telah terjadi ledakan lumpur panas, namun pihak terkait tidak menutup kawasan wisata di Dieng. Hanya saja, pengunjung dilarang untuk mendekati lokasi kawah. Ledakan lumpur panas ini juga tidak berbahaya karena merupakan letusan freatik pernah beberapa kali terjadi. Pihak Pos Pengamatan Vulkanologi Dieng mencatat, ledakan lumpur pernah terjadi pada tahun 1944, 1964, 1984, dan 2003. Ledakan paling kuat terjadi pada 1944 yang mengakibatkan puluhan korban jiwa manusia dan satu pedukuhan yakni Dusun Glodok, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Kepala Pos Pengamatan Vulkanologi Dieng, Tunut Pujiarjo mengatakan ledakan terdeteksi sekitar pukul 00.05 WIB Minggu (27/9) dini hari. Ketika menimbulkan ledakan, terjadi gempa dengan magnetudo 1,5 milimeter selama 15 detik. ”Ledakan ini kemungkinan besar akibat akumulasi uap dalam kawah,” kata Tunut Pujiarjo.

Meski menyemburkan lumpur panas, Tunut Pujiarjo mengatakan, kawasan wisata kawah Sileri tetap aman untuk wisatawan. Hanya saja, wisatawan dilarang mendekat ke gardu pandang. Wisatawan hanya boleh berada di lokasi parkir yang berada sekitar 400 meter dari kawah.

“Demi keselamatan, wisatawan terpaksa kami larang untuk mendekat. Hal ini karena dimungkinkan akan muncul ledakan susulan dengan semburan lumpur panas yang mencapai suhu 70,05 derajat celsius,” kata Tunut Pujiarjo.

Tunut memastikan, letusan lumpur panas tersebut tidak menimbulkan gas beracun atau masih dibawah ambang batas normal. ”Dari hasil pengamatan dilapangan, kandungan gas beracun pada lokasi lokasi letusan masih dalam batas normal. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya hewan kecil di sekitar lokasi yang masih tetap hidup,” kata Tunu (banyumasnews.com/tgr

Kawah-sileri Dieng (foto:tgr/BNC)

Kawah-sileri Dieng (foto:tgr/BNC)

)

Tentang Penulis

Leave A Response