PJKA Daop V Purwokerto berantas free rider

Ditulis 27 Sep 2009 - 11:19 oleh Banyumas1

PURWOKERTO Berbagai upaya dilakukan oleh PJKA Daop V Purwokerto untuk meminimalisir kebocoran – kebocoran pendapatan ketika musim Lebaran tahun 2009 kali ini. Kebocoran pendapatan tersebut salah satunya disebabkan oleh banyaknya penumpang gelap tanpa karcis (free rider). Untuk itu pihak PJKA melakukan upaya sterilisasi free rider di setiap KA yang melintas di wilayah Daop V Purwokerto, baik untuk kereta reguler maupun kereta lebaran.

Ancamannya pun tidak main-main, penumpang yang kedapatan tidak memiliki karcis akan dikenankan denda dua kali lipat dari harga tiket seharusnya. Hasilnya selama musim Lebaran 2009 ini, hingga hari Minggu (27/9) didapati sebanyak 30 orang penumpang gelap alias free rider. Namun disampaikan Noor Hamidi Kepala Daop V Purwokerto lewat Humas Daop V Dadang P bahwa untuk saat ini penumpang yang kedapatan tanpa karcis hanya diberikan peringatan dan disuruh untuk membayar seharga tiket yang berlaku.

“Saat ini memang baru peringatan namun untuk selanjutnya kami akan semakin mempertegas sanksi tersebut, peringatan tersebut sebagai bagian dari toleransi kami mengingat pada musim Lebaran mungkin saja para penumpang tersebut tergesa-gesa” tandas Dadang kepada BanyumasNews.Com (BNC) .

Sedangkan bagi penumpang yang naik di atas lokomotif, diatas kabin masinis dan di atas atap kereta, pihak PJKA Daop V Purwokerto tidak akan memberi toleransi. Antisipasi yang dilakukan PJKA Daop V Purwokerto yakni dengan memberi pengawalan oleh 2 anggota Brimob di setiap rangkaian KA ekonomi. Bagi penumpang yang nekat maka langsung akan diturunkan secara paksa. “Ini merupakan bagian dari upaya mensosialisasikan UU No.23 Tahun 2007 meskipun baru secara bertahap” ungkap Dadang.

Dalam UU No. 23 Tahun 2007 pasal 207 disebutkan bahwa bagi setiap orang yang tanpa hak berada dalam kabin masinis, di atap kereta, di lokomotif, di gerbong, atau di bagian kereta yang peruntukannya bukan untuk penumpang, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 bulan dan atau pidana denda paling banyak Rp.15.000.000 (banyumasnews.com/cit)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. i-k 07/10/2009 pukul 12:38 -

    kalo ada lowongan pekerjaan jangan khusus buat orang dalem aja dong…. kasih kesempatan yang memang membutuhkan pekerjaan..

Leave A Response