Gubernur tak mampu cegah warganya urban ke Jakarta

Ditulis 24 Sep 2009 - 23:01 oleh Banyumas1

SEMARANG – Gubernur Jateng Bibit Waluyo mengaku pihaknya tak bisa mencegah warganya yang ingin mengadu nasib di Jakarta. Setidaknya, ada sekitar 13 ribuan pendatang baru Jakarta yang berasal dari Jateng. Angka pengangguran di Jateng sendiri masih terbilang tinggi, lebih dari 1,3 juta jiwa. Disisi lain Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) juga masih jauh dari kelayakan.

”Saya tidak bisa mencegah warga saya mencari nafkah ke Jakarta. Kalau selama saya menjabat Gubernur Jateng belum mampu menyaiapkan sumber kehidupan, ya monggo saja,” kata Gubernur Bibit Waluyo, Kamis (24/9).

Gubernur mengakui, saat ini dirinya belum maksimal menyiapkan sumber kehidupan bagi warga Jateng. “Saya harus minta maaf untuk itu. Tapi ke depan, saya berharap masyarakat Jateng harus tetap tinggal di daerah asalnya karena Jateng semakin berkembang. Saya akan menciptakan ’gula-gula’ baru di Jateng, karena semakin banyak gula, semakin sedikit semut yang pergi ke Jakarta,” kata Gubernur.

Gubernur meminta masyarakat Jateng yang akan mencari penghidupan di Jakarta harus berhitung secara cermat. Mencari kerja di ibukota tak semudah yang dibayangkan. “Persaingan makin ketat dan sengit. Saya pernah di Jakarta jadi Pangdam Jaya dan tahu persis betapa susahnya masyarakat kita disana mencari uang,” ujarnya.

Gubernur menggambarkan warga Jateng mulai dari yang menjual teh dan rokok di pinggir jalan, hingga setingkat Menteri, Dirjen, Gubernur, dan Presiden ada di Jakarta. Namun bila semua ingin bekerja disana, tentu persaingan semakin ketat. “Kalau sekelas menteri dan dirjen tidak masalah, kalau yang jual teh bagaimana,” ujarnya setengah bertanya (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

Leave A Response