Pemakaman teroris Husamudin diserahkan ke Pemerintah

PURBALINGGA – Aksi pro dan kontra tentang pemakaman jenazah teroris Mistam Husamudin di Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, kian menguat. Berdasarkan perkembangan terakhir, Kamis (24/9) ratusan  massa dari Desa Karangreja dan dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Kutasari, membuat pernyataan menolak pemakaman jenazah Mistam, menyusul aksi demo penolakan pada hari Rabu (23/9).

Surat pernyataan penolakan yang juga ditandatangani oleh Kades Karangreja, Iwan Mujianto, Kapolsek Kutasari AKP Yanis Sri Purbodono, dan Camat Kutasari serta  Danramil Kutasari, sudah dikirimkan ke Bupati Purbalingga, Rabu (23/9) malam.

Sebelumnya, sekelompok massa yang pro pemakaman Mistam di tempat pemakaman umum di wilayah Kadus V Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, membuat pernyataan pada hari Senin (21/9). Surat pernyataan yang ditandatangani 45 orang itu, diketahui juga oleh Kades Iwan Mujianto. Surat peryataan itu juga sudah dikirimkan ke Bupati Purbalingga.

Kapolsek Kutasari, AKP Yanis Sri Purbodono kepada Banyumasnews.com, Kamis (24/9) siang mengemukakan, pihaknya selaku aparat dan Kades Karangreja bersikap netral dalam hal ini. “Surat pernyataan menolak dan menerima jenazah Mistam Husamudin, semuanya kami serahkan ke Bupati. Biar yang di atas yang mengambil keputusan. Bisa jadi pemerintah pusat yang memutuskan, apakah akan dimakamkan di Karangreja atau tidak,” ujar Yanis.

Sementara itu, beberapa warga Desa  Karangreja, Kecamatan Kutasari hingga kemarin lebih banyak yang memilih bungkam  jika ditanya tentang teroris Mistam Husamudin. Mereka lebih banyak menjawab tidak tahu, dan menatap dengan tatapan mata curiga kepada orang asing, termasuk wartawan yang setiap saat hilir mudik memantau situasi di sekitar rumah Husamudin.

Mistam Husmaudin
Mistam Husmaudin

Belum ada kepastian, kapan jenazah Mistam Husamudin akan tiba dari Jakarta di Desa Karangreja. Atau bisa jadi tidak, menyusul aksi pro dan kontra menolak jenazah teroris itu.(banyumasnews.com/tgr)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.