Meski ada larangan, Banjarnegara tetap kirim TKI

Ditulis 13 Jul 2009 - 19:04 oleh Sista BNC

Meski ada larangan pengiriman dari pemerintah pusat, Pemkab Banjarnegara tetap mengirimkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Banjarnegara ke luar negeri, tak terkecuali ke Malaysia. Larangan tersebut hanya untuk TKI yang bekerja di jalur informal seperti Pembantu Rumah Tangga (PRT). Artinya, TKI yang bekerja di pabrik-pabrik Malaysia masih akan difasilitasi pengirimannya. Yang penting secara administrasi yuridis legal.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Trasmigrasi Drs Setiawan MHum mengatakan selain Malaysia, Pemkab Banjarnegara juga tetap mengirim TKI ke negara-negara lain seperti Singapura, Hongkong dan Taiwan.
“Kami pada pada hari Jumat (3/7) telah menerima surat dari Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI perihal Penghentian Sementara Penempatan TKI ke Malaysia Nomor 677/PPTK-TKLN/VI2009 tertanggal 26 Juni 2009. Dalam surat itu memang ada pelarangan pengiriman TKI ke Malaysia, namun hanya untuk TKI untuk pekerjaan informal khususnya Pembantu Rumah Tangga, menyusul banyaknya kasus penganiayaan terhadap pembantu rumah tangga asal Indonesia oleh majikan dari Malaysia,” ujar Setiawan.
Menurutnya yang dilarang keras sementara ini kalau pengiriman TKI untuk pembantu, Tapi surat itu tetap memberikan peluang untuk pengiriman TKI ke Malaysia untuk jalur formal, dan juga ke negara-negara lain yang tidak bermasalah. “Itu kebijakan dari pemerintah pusat, kami di daerah tinggal menindaklanjuti.”
Menurut Setiawan, kendati banyak kasus penganiayaan menimpa TKI Indonesia, minat masyarakat Indonesia khususnya Banjarnegara menjadi TKI tetap besar. Terbukti setiap tahun pihaknya rutin memfasilitasi pengiriman TKI antara 50-100 orang/ tahun yang direkrut oleh PJTKI lokal.
“Harus kita dipahami, Pemkab bukan mengirimkan, tapi memfasilitasi. Tetap pengiriman dan pengurusan administrasi itu dilakukan PJTKI. Jadi Pemkab hanya memfasilitasi PJTKI yang legal dan profesional.”
Menurut Setiawan, tingginya minat masyarakat menjadi TKI tidak lepas dari masalah kemiskinan yang masih menjadi momok masyarakat Indonesia secara umum. Selama ini persoalan TKI juga seperti lingkaran setan yang sulit sekali untuk dihindari. (banyumasnews.com/est)

Tentang Penulis

Leave A Response