Jenazah teroris Husamudin ditolak di Purbalingga dan Cilacap

Ditulis 23 Sep 2009 - 22:32 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
164
Dalam Tag
Warga Karangreja Purbalingga toak Husamudin (foto:tgr/BNC)

Warga Karangreja Purbalingga tolak Husamudin (foto:tgr/BNC)

PURBALINGGA – Jenazah Aji Ario Sudarso alias Mistam alias Husamudin, teroris yang tewas dalam penggrebekan di Kampung Kepuhsari, Desa Mojosongo, Jebres, Kota Solo, akhirnya ditolak oleh warga. Aksi penolakan dilakukan dengan menggelar demo di Balai Desa Kutasari dan Balai Desa Karangreja, Kecamatan Kutasari, Purbalingga (Jateng), Rabu (23/9). Semula, sejumlah warga Dukuh Kedungjampang, Desa Karangreja sempat menerima jenazah Husamudin, dan bahkan telah menyiapkan liang kuburannya.

Aksi demo antara warga yang pro dan kontra pemakaman jenazah Mistam sempat memanas. Bahkan, kedua kelompok itu nyaris bentrok. Aparat sebelumnya telah mencium indikasi penolakan warga melalui selebaran gelap. Dalam selebaran yang beredar luas itu juga mengingatkan ajaran teroris sesat dan harus ditolak.

Juru bicara warga yang menolak pemakaman Husamudin di Kutasari, Parikun (39) mengatakan, jika menerima jasad Husamudin di wilayah Kutasari termasuk di Desa Karangreja, sama saja mendukung aksi terorisme. Padahal orang yang akan dimakamkan itu sudah membunuh banyak manusia tak berdosa.

”Kami tak habis pikir mengapa warga Karangreja bersedia ketempatan jenazah Mustam. Apa mereka tidak mengetahui jika orang yang dimakamkan merupakan pelaku teroris kelas tinggi. Akibat ulahnya banyak nyawa melayang,” kata Parikun.

Adi Saptono, salah satu perwakilan warga yang pro pemakaman Husamudin mengatakan, warga Desa Karangreja khususnya Dukuh Kedungjampang bisa menerima jenazah Husamudin, jangan diartikan sebagai upaya mendukung terorisme “Kami menerima jasad Husamudin untuk dimakamkan bukan berarti kami mendukung terorisme. Apalagi sudah ada kesepakatan bersama sebelumnya soal pemakaman Huzamuddin yang disetujui warga,”  kata Adi.

Kades Karangreja Iwan Mujianto mengatakan, jika pihaknya menerima pemakaman jenazah itu dengan beberapa pertimbangan. Antara lain Huzamuddin merupakan warga Karangreja yang memiliki hak sama sebagai warga masyarakat. Selain itu sudah ada koordinasi dan kesepakatan antara tokoh masyarakat, lembaga di desa dan warga lainnya.

Warga Cilacap Menolak

Sementara itu, mendengar penolakan warga Kutasari Purbalingga terhadap pemakaman tersangka terorisme Aji Ario Sudarso alias Mistam alias Huzamudin membuat warga Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap kaget. Sempat beredar kabar jenazah putra pasangan Sanwardi (alm) dan Wajem warga Dusun Melela RT 19 Rw 06 Desa Pasuruhan Kecamatan Binangun ini akan di bawa pulang ke desa kelahirannya.

Secara spontan, warga menyatakan menolak jika jenazah Husamudin dibawa ke Desa Pasuruhan. Penolakan itu dikukuhkan dalam sebuah surat pernyataan yang ditandatangani para tokoh warga.

Surat pernyataan penolakan dibacakan di hadapan ratusan warga oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pasuruhan Ahmad Riyadi. Ada empat alasan warga menolak jenazah Mistam dimakamkan di Pasuruhan. “Pertama yang besangkutan bukan lagi warga Desa Pasuruhan, kedua karena perbuatannya membuat citra desa Pasuruhan tidak baik, ketiga berdampak tidak baik bagi warga Pasuruhan khususnya untuk para pemuda meraih prestasi dalam mencari kerja dan yang ke empat tindakan terorisme sangat tidak manusiawi,”kata Ahmad Riyadi.

Surat pernyataan itu selanjutnya akan diserahkan kepada Kapolri melalui Pemkab Cilacap sebagai pernyataan resmi penolakan warga Desa Pasuruhan terhadap rencana pemakaman jenazah terorisme Mistam. (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. Pasang Iklan Gratis 24/09/2009 pukul 08:31 -

    Segala sesuatu sepatutnya disikapi secara arif. Walaupun semasa hidupnya mungkin mereka sering meresahkan orang lain. Ingat, kejahatan tidak harus selalu dibalas dengan hal yang sama.
    Apabila kejadian seperti ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan menjadi preseden buruk bagi anggota keluarga mereka yang lain, termasuk anak-anak mereka yang tidak berdosa. Jangan sampai kejadian ini memantik jiwa anak-anak penerus bangsa tersebut untuk mengikuti ideologi orang tuanya.Mudah-mudahan kita semua arif dalam bersikap

Leave A Response