Bus tabrak rumah polisi di Pekuncen, mobil dan ruangan hancur

Ditulis 22 Sep 2009 - 09:42 oleh Banyumas1
Ani Rudwianto, pemilik rumah, selamat dari bus yang menghajar rumahnya (foto:n-1/BNC)

Ani Rudwianto, pemilik rumah, selamat dari bus yang menghajar rumahnya (foto:n-1/BNC)

Kecelakaan pada arus mudik kembali terjadi. kali ini Bus Dewi Sri yang akan menjemput pemudik, Selasa (22/09) pagi tadi menabrak sebuah rumah seorang polisi di Pekuncen Banyumas . Beruntung pemilik rumah sedang berada di ruang belakang sehingga selamat. meski begitu, hampir separo rumah hancur dan sebuah kendaraan kijang milik pemilik rusak parah.

Sejumlah saksi mata menuturkan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.00 pagi ini bermula saat bus Dewi Sri ini melaju dari arah kota Purwokerto. Bus yang berencana akan menjemput pemudik pulang ke jakarta ini sesampai di tikungan jalan raya dusun Jatisari Desa Pekuncen Banyumas mendadak oleng.

Aali fauzan (43), pengemudi yang diketahui ternyata seorang kernet ini tak bisa menguasai kendaraan sehingga langsung menabrak rumah. Karena laju kendaraan cukup kencang sehingga rumah milik Aiptu Hari Rudwianto, anggota Polsek Pekuncen ini bagian depan langsung hancur. Sementara sopir hanya mengalami luka ringan.

Ruang tamu dan garasi rumah yang berada di pinggir jalan ini porakporanda. Sementara kendaraan kijang yang diparkir di dalam garasi mengalami rusak parah dan terdorong hingga keluar rumah.

Rumah dan mobil milik Aiptu Hari Rudwianto yang hancur dihajar bus (foto:n-1/BNC)

Rumah dan mobil milik Aiptu Hari Rudwianto yang hancur dihajar bus (foto:n-1/BNC)

Bagian depan rumah hancur (foto:n-1/BNC)

Bagian depan rumah hancur (foto:n-1/BNC)

Bus Dewi Sri yang menghajar rumah (foto:n-1/BNC)

Bus Dewi Sri yang menghajar rumah (foto:n-1/BNC)

Beruntung, saat kejadian pemilik rumah sedang berada di ruang belakang sehingga mereka selamat. Akibat kejadian ini arus lalu lintas sempat macet. Polisi menduga kecelakaan tersebut akibat pengemudi ngantuk (banyumasnews.com/n-1).

Tentang Penulis

1 Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. susi 23/09/2009 pukul 16:39 -

    melu prihatin bu Ani, bada bada ya kena musibah, sing sabar sing ihklas wong lagi kenang coba, ngomong sih gampang tapi sing nglakoni ngerntes atine, pancen koh.
    Jan ora kapok kapok sing jenenge kernet bola bali nek nyupir dadine ya nyungsep

Leave A Response