Mie ganyong Posdaya Sidamukti pernah dinikmati Ny Ani Yudhoyono

Ditulis 21 Sep 2009 - 16:13 oleh Banyumas1
|
Berita Kategori
Tak Berkategori
302
Dalam Tag
Inilah proses pembuatan Mie ganyong (foto:tgr/BNC)

Inilah proses pembuatan Mie ganyong (foto:tgr/BNC)

Mantan Meneg Kependudukan Haryono Suyono mengamati produk mie ganyong (foto:tgr/BNC)

Mantan Meneg Kependudukan Haryono Suyono mengamati produk mie ganyong (foto:tgr/BNC)

PURBALINGGA – Warga Desa Majasari ,  Kecamatan Bukateja,  Purbalingga, layak bangga. Pasalnya,  Posdaya Sidamukti di desa itu telah berjalan dengan berbagai kegiatan, dan telah memberi manfaat meningkatkan penghasilan keluarga.

Bambang Haryanto, S.Pd , salah satu penggiat  Posdaya Sidamukti menuturkan, keberadaan Posdaya Sidamukti  diprakarsai atas kerja sama antara Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman (LPM Unsoed) Purwokerto dengan SMA Negri 1 Bukateja.

Posyandu Sidamukti Desa Majasari yang selama ini secara rutin digunakan untuk kegiatan pelayanan KB, KIA, Gizi, penanggulangan diare dan imunisasi dikembangkan lebih jauh untuk pemberdayaan keluarga.

Dengan harapan tidak hanya sekadar untuk kegiatan rutin tersebut,  tetapi bisa juga sebagai sumber penghasilan tambahan bagi keluarga. Sebagai langkah awal disepakati kegiatan empat bidang sasaran yang dikembangkan dalam Posdaya Sidamukti. Yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Kesehatan, Bidang Kewirausahaan dan Bidang Keagamaan.

Nampaknya gayung bersambut, sehingga pada 12 April 2008 dengan dukungan dana dari Yayasan Damandiri melalui LPM Unsoed Purwokerto secara resmi Posdaya Sidamukti Desa Majasari, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, terbentuk. “Setelah resmi terbentuk, melalui beberapa kali pertemuan koordinasi lalu disusun dan disepakati rencana kegiatan awal dari Posdaya Sidamukti. Antara lain pembentukan kepengurusan, penyusunan rencana pelatihan, penyusunan dan perencanaan bidang sasaran kegiatan,” kata Ketua I Posdaya Sidamukti Desa Majasari, Musriah.

Kepengurusan Posdaya disepakati memanfaatkan personil Posyandu yang telah ada dengan sedikit perubahan dengan tujuan tetap menjaga kesinambungan antara Posyandu dengan Posdaya. Rencana pelatihan yang disepakai antara lain pelatihan pembuatan gorengan yang berkualitas, VCO, kue atau roti kering, telor asin aneka rasa, pupuk organik, pelatihan budidaya perikanan dengan konsentrasi pada pembibitan, pelatihan perkoperasian dan lainnya.

Bidang sasaran kegiatan yang dilaksanakan dari Bidang Pendidikan meliputi pembentukan PAUD, pengembangan TPQ, Keaksaraan Fungsional (KF), Perpustakaan Posdaya. Dan dari Bidang Kesehatan melanjutkan lima program Posyandu dengan pengembangan pada BKB, BKR, dan BKL, senam poco-poco bagi ibu-ibu, senam jantung sehat bagi lansia, dan pemantauan tekanan darah serta  berat badan. Untuk Bidang Keagamaan kegiatan yang dilaksanakan meliputi pengajian ibu-ibu muslimat dan pembinaan TPQ.

Sedangkan dari Bidang Kewirausahaan melalui wadah Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) digalakkan upaya produksi dan sekaligus pemasarannya meliputi proyek kacang, kripik tempe, lanting aneka rasa, sriping pisang manis, peyek kedele dan ebi, pembuatan VCO, manisan pepaya, pembuatan tempe, lering emi, teh ciplukan, telur asin multirasa, minyong, jamur jerami padi dan kripik jamur, tanaman hias, pembuatan keramik, dan usaha gordin serta kelompok tani.

Khusus Mie Nyong  (mie ganyong), saat ini sedang dijajagi  masalah kemasannya agar dapat dipasarkan secara meluas termasuk ditoko-toko supermarket besar. Mie Nyong dipasaran tradisional sudah banyak tetapi kemasannya masih sangat sederhana dan harganya satu bungkus Rp 3 ribu.

Mie Nyong, rasanya tidak kalah dengan mie lainnya.Pembuatan Mie Nyong  sangat mudah. Bahan bakunya tidak sulit karena di Purbalingga Ganyong sangat subur. Ketika melakukan pameran di Jakarta, Mie ganyong sempat menjadi perhatian tersendiri oleh isri Presiden SBY, Ny Ani Yudhoyono. Bahkan Ny Ani Yudhoyono sempat mencicipi masakan mie ganyong.

Cara membuatnya, Ganyong diparut, kemudian diperas diambil patinya dan dikeringkan  menjadi tepung. Selanjutnya direbus seperti membuat bubur  kemudian didjemur diatas daun pisang dan selanjutnya  daunnya disobek-sobek sesuai dengan selera kita, mau kecil atau besar. Setelah di sobek-sobek  selanjutnya dijemur dalam waktu satu hari  setelah kering di pisahkan dengan daunnya, jadilah Mie Nyong. “Mie Nyong dibuat tanpa bahan pengawet dan bisa dimasak seperti mengolah Mie biasa  bumbunya selera kita,” ujarnya.

“Selama ini pemasaran produk-produk tersebut dilakukan dengan dijual langsung ke pasar, dititipkan di warung-warung, dibuat bingkisan lebaran, pesanan dari masyarakat dan sebagainya,” ujar Musriah.

Untuk mendukung keberlangsungan program maka dibentuk pula Koperasi Posdaya, yang kegiatannya masih terbatas, seperti simpan pinjam anggota. “Ke depan kita akan kembangkan ke arah koperasi konsumsi dan lainnya,” kata Musriah seraya menambahkan, untuk kebutuhan operasional Posdaya setiap anggota dan pengurus mengumpulkan dana sukarela sebesar Rp 1.000 per bulan.

Manfaat yang diperoleh dari Posdaya, menurutnya, melalui PAUD kemandirian anak-anak meningkat. Dengan adanya Perpustakaan Posdaya bisa diperoleh peningkatan pengetahuan dan wawasan sekaligus memperoleh hiburan, meningkatnya kesehatan balita, remaja, ibu-ibu dan lansia. Bahkan, ada peningkatan pendapatan keluarga dari pengembangan kewirausahaan.

“Kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam Posdaya ternyata mampu menggugah dan menarik minat serta animo masyarakat hampir di semua bidang,” ungkap Musriah tersenyum.

Menyangkut kendala, Masriah mengaku, masih kurang modal untuk pengembangan bidang kewirausahaan, belum memiliki sekretariat untuk Posdaya, kegiatan PAUD dan TPQ , sementara masih menumpang atau nunut dengan peralatan yang masih sangat terbatas. Jumlah dan jenis buku di perpustakaan Posdaya masih sangat sedikit.  (banyumasnews.com/tgr)

Tentang Penulis

& Komentar so far. Feel free to join this conversation.

  1. sinung 04/10/2013 pukul 21:46 -

    khoerin punya ganyong, dimana tempat tinggal?

  2. Ali 14/07/2013 pukul 11:50 -

    bagus…segera dihakpatenkan sebelum keduluan asing

  3. basuki 27/02/2011 pukul 21:07 -

    Halo Tris…..gimana khabar….

  4. KHOERIN 02/07/2010 pukul 17:41 -

    saya punya ganyong yang siap panen kurang lebih ribuan ton saya suli t untuk memasarkannya untuk itu harus kemana saya pasarkan apa bila ada yang berminat segera hungi kami

  5. ita 23/09/2009 pukul 12:54 -

    pengen coba nich …. kalau mau mencari dimana ya, gatel nggak ….

  6. budi 23/09/2009 pukul 10:20 -

    ayo Purbalingga apa yang anda punya munculkan, biar ditiru para tetangga terdekat ….

  7. trisno 21/09/2009 pukul 19:22 -

    lagi lagi Purbalingga……… Inovative …….. tertunya berkat dukungan pemda setempat, kerja keras sejahterahkan masyarakat

Leave A Response