Mendulang rezeki dari para peziarah di pemakaman Kober

Ditulis 21 Sep 2009 - 11:24 oleh Banyumas1

TRADISI ziarah ke pemakaman bagi sebagian masyarakat pada saat Lebaran bertahan hingga kini. Tak terkecuali bagi masyarakat Banyumas sebagaimana pemantauan banyumasnews.com pada Minggu pagi (20/9) di TPU Kober Purwokerto.

Fenomena itu dimanfaatkan oleh sebagian warga Karanggud, Karangkemiri Kecamatan Karang Lewas yang menjadi penjual kembang dadakan demi mendapatkan uang dari para peziarah untuk nyekar di makam keluarganya masing-masing.

Seperti dituturkan warga Karanggude, Wakem (55) kepada banyumasnews.com saat bersama rekan-rekannya berjalan kaki dari rumah menuju lokasi TPU Kober di Purwokerto pada Minggu dini hari (20/9).

Meski dari rumah sampai ke lokasi pemakaman jaraknya sekitar dua kilometer namun mereka rela berjalan kaki menggendong bakul sambil menopang tampah tempat menggelar racikan kembang yang telah dipersiapkan dari rumah. Jenis racikan kembang untuk kebutuhan nyekar itu ada empat macam seperti amwar merah, mawar putih, potongan daun pandan wangi dan kenanga dengan harga perpincruk Rp 2000 atau jika beli tiga princuk Rp 5000.

“Jual kembang untuk nyekar kan nggak setiap hari, paling kalau menjelang puasa dan lebaran saja, harga segitu nggak terlalu mahal,” kata Wakem

Peziarah beli kembang di pinggir jalan (foto:ham/BNC)

Peziarah beli kembang di pinggir jalan (foto:ham/BNC)

Penjual kembang laris manis (foto:ham/BNC)

Penjual kembang laris manis (foto:ham/BNC)

Peziarah membaca Yasin dan menebar kembang (foto:ham/BNC)

Peziarah membaca Yasin dan menebar kembang (foto:ham/BNC)

Karena para peziarah yang ke makam biasanya berdatangan seusai shalat Id, maka sejak pagi-pagi sekali Wakem dan kawan-kawan berupaya datang lebih awal. Selain untuk medapatkan tempat berjualan di lokasi sekitar pemakaman yang dianggap paling strategis juga karena perjalanan dari rumah kelokasicukupjauh. Sedangkan kembang-kembang itu, kata Wakem, dibelinya dari juragan kembang yang dikulaknya dari Gombong.

Diakuinya,hasil dari berjualan kembang cukup lumayan jika dagangannya habis. Tapi kalau tersisa paling dibuang. “Apalagi sekarang warga yang berjualan kembang semakin banyak dan tidak hanya di sekitar pemakaman saja, tetapi mulai dari pasar Karang Lewas,kemudian di tratoar menjelang lapangan Porka juga sudah banyak yang jualan,” jelasnya. Bahkan,tambah penjual lainnya, kadang para peziarah yang pakai mobil malah sudah membawa kembang untuk nyekar dari rumah atau beli dis ekitar tempat melakukan shalat Id.

Apa yang dikatakan rekan Wakem memang benar, karena di sepanjang trotoar jalan Sudirman menjelang alun alun Puwokerto bahkan di selatan alun alun juga banyak terdapat para ibu yang berjualan kembang untuk nyekar.

Para peziarah baik yang sendiri maupun mereka yang datang berombongan, saat berziarah selain membersihkan area permakaman, sebagian di antara peziarah terlihat memanjatkan doa dan baca Yasin(banyumasnews.com/Hamidin Krazan)

Tentang Penulis

Leave A Response