Usai silahturahmi, warga terbangkan balon raksasa

Usai lebaran Kedungmenjangan Purbalingga terbangkan balon (foto:tgr/BNC)
Usai lebaran Kedungmenjangan Purbalingga terbangkan balon (foto:tgr/BNC)

PURBALINGGA – Ada tradisi unik warga Purbalingga dalam merayakan Idul Fitri 1430 Hijriyah. Sejumlah warga desa menerbangkan balon udara ukuran besar. Memang tidak banyak makna yang tersirat dalam penerbangan balon itu, semua untuk memeriahkan lebaran dan sudah menjadi tyradisi yang rutin.

Seperti halnya yang dilakukan oleh warga Desa Kedungmenjangan, Purbalingga. Usai bersilahturahmi, warga setempat berkumpul di tanah kosong untuk menerbangkan beberapa balon udara raksasa. Balon yang terbuat dari plastik itu, setelah diisi asap dari bakaran daun basah atau jerami padi, dalam sekejab langsung terlepas ke udara.

Suasana tepuk tanganpun mengiringi balon yang lepas itu. Apalagi, beberapa saat kemudian ketika sudah mengudara, suara letusan petasan yang sengaja digantungkan dalam balon, meledak secara berurutan.

Rohmat, salah seorang warga setempat mengatakan, tradisi menerbangkan balon sudah menjadi kebiasaan warga Kedungmenjang. Warga ingin suasana lebaran menjadi meriah. ”Beberapa warga bahkan rela iuran untuk membeli bahan pembuat balon, dan merangkainya dalam beberapa hari sebelumnya,” kata Rohmat.

Rohmat menambahkan, jika dikalkulasi, harga sebuah balon itu bisa mencapai Rp 400 hingga Rp 500 ribu. Balon itu berukuran sangat besar, dengan ketinggian sekitar 8 meter, dan diameter 3 meter. (banyumasnews.com/tgr)

1 Comment

  1. Kang Rohmat, meriah temen ya nang desane rika …. ndean ndeane nek merconne diganti mercon bumbung kayane tambah semangerr, wis suare jemleger tur ora dilarang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.