Mega-Pro menang di kandang tembakau, rontok di kandang Banteng

Perolehan suara Mega-Pro di kawasan tembakau, Temanggung, mengungguli lawan-lawan mereka. Tetapi ironisnya, mereka malah rontok di daerah yang selama ini dikenal sebagai Kandang Banteng, Kebumen.
Tak ayal hal ini membuat tokoh Banteng Kebumen, Rustriyanto, menyatakan harus segera diambil langkah cepat untuk segera mengetahui penyebab kegagalan Mega itu.
Kebumen yang mampu mengantar Rustriningsih menjadi Wagub Jateng karena berhasil membesarkan PDIP, ternyata memang habis oleh kesuksesan SBY-Boediyono. Sedangkan pasangan JK-Wiranto terpuruk di urutan ketiga.
Berdasarkan hitungan cepat dari Bagian Humas Pemkab Kebumen dan DPC PDIP Kebumen, pasangan SBY-Boediono untuk sementara unggul dengan perolehan suara sekitar 55 persen. Urutan kedua Megawati-Prabowo dengan perolehan suara sekitar 37 persen. Sedangkan pasangan JK-Wiranto berada diurutan tiga dengan perolehan suara sekitar 7 persen.
Pasangan SBY-Boediono unggul di 22 kecamatan. Yakni kecamatan Adimulyo, Alian, Ambal, Ayah, Buluspesantren, Gombong, Karanganyar, Karangsambung, Kebumen, Klirong, Kutowinangun, dan Kuwarasan. Kemudian di Kecamatan Mirit, Padureso, Pejagoan, Petanahan, Poncowarno, Prembun, Puring, Rowokele, dan Sruweng.
Sedangkan pasangan Megawati-Prabowo hanya memang di empat kecamatan. Yakni Kecamatan Buayan, Sadang, Sempor, dan Kecamatan Karanggayam. Sementara perolehan suara pasangan JK-Wiranto di luar dugaan. Pasangan capres-cawapres dari Partai Golkar dan Hanura ini tidak mampu mendulang suara yang signifikan. Perolehan suaranya rata-rata kurang dari 5.000.
Ketua Tim Sukses Megawati-Prabowo Kebumen, H Rustriyanto SH mengaku sudah berusaha maksimal untuk bisa memenangkan pasangan Megawati-Prabowo di Kebumen. Namun ia tidak menutup mata, kalau kepopuleran SBY bisa mengubah peta kekuatan. “Saya akui SBY memang populer. Namun perolehan suara PDIP meningkat dibanding Pileg lalu. Yang saya sayangkan hanya suara JK-Wiranto yang di luar dugaan melorot sekali,” kata Rustriyanto.
Rustriyanto yang juga Sekretaris DPC PDIP Kebumen ini mengatakan, pihaknya akan segera mengambil tindakan atas kekalahan ini. Dalam waktu dekat semua jajaran pengurus dari tingkat cabang sampai ranting dan relawan akan dikumpul. “Yang jelas dalam waktu dekat ini akan kita evaluasi hasil Pilres ini. Apa yang menyebabkan Megawati-Prabowo bisa kalah di Kebumen,” katanya.
Di Temanggung
Meski secara nasional perolehan suara Megawati – Prabowo kalah dibanding SBY-Boediono, namun ada hal yang menarik dengan perolehan suara di kawasan petani tembakau di Temanggung (Jateng). Prabowo yang sempat mengunjungi petani tembakau dan melakukan kontrak politik ternyata mampu meraih kemenangan di tempat ini. Padahal, basis ini semula dikuasai oleh Partai Demokrat. Pasangan Mega-Prabowo unggul di wilayah pertembakauan yakni wilayah kecamatan yang terdapat di lereng gunung Sumbing-Sindoro.
Hingga Jumat (10/ 07) petang hasil sementara di Kecamatan Kledung Mega-Pro mendulang suara sebanyak 7.813, disusul kemudian pasangan SBY- Boediono 5.331 dan berikutnya JK-Wiranto 1.923.
Di kecamatan lain yakni Bansari, pasangan Mega-Pro juga menunjukkan keperkasaannya dengan 7.837 suara, SBY-Boediono 4.442, JK-Wiranto mendulang jumlah suara 1.923 yang sama persis dengan jumlah suara di Kecamatan Kledung. Di lereng Sumbing, yakni Kecamatan Tlogomulyo, Mega-Pro memperoleh suara 7.644, Sedangkan SBY-Boediono 4.636 dan JK- Wiranto dengan 1.008 suara.
Sementara di kecamatan lain yakni Kedu, Mega-Pro meraih 8.515 suara dan harus mengakui keunggulan pasangan incumbent SBY-Boediono dengan 17.892 suara dan JK- Wiranto 4.123 suara. Hasil pperhitungan suara di Kecamatan Pringsurat menunjukkan, Mega-Pro 8.780, SBY-Boediono 16.494, dan JK- Wiranto 2.426.
Di Kecamatan Kaloran, Mega-Pro (8.484), SBY-Boediono (15.123), JK-Wiranto (4.191). Kemudian di Kecamatan Kandangan Mega-Pro (8.081), SBY-Boediono (15.123), JK-Wiranto (4.191). Dengan demikian total sementara perhitungan suara di Temanggung baru diperoleh dari tujuh kecamatan diatas, dengan perolehan untuk Mega-Pro (57.154), SBY-Boediono (75.465) dan JK-Wiranto (19.235). (banyumasnews.com/pyt)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.