SKTM dicabut ,warga miskin Banyumas kelimpungan

Ditulis 10 Sep 2009 - 20:22 oleh Banyumas1

BANYUMAS- Warga miskin di Kabupaten Banyumas kini makin susah. Mereka menganggap kepedulian pemerintah terhadap warga kelas bawah itu sangat rendah. Kondisi tersebut sangat mereka rasakan sejak surat keterangan tidak mampu (SKTM) tidak diberlakukan mulai September 2009.

Mereka bahkan mengeluhkan karena tidak dapat mendapatkan pengobatan gratis layaknya warga miskin lain yang memegang kartu jamkesmas.

Kondisi tersebut diakui sejumlah kades di Banyumas. Seperti diungkakan Kades Kranggan Kecamatan Pekuncen Parwoto. Dia mengakui, belakangan ini ada beberapa warga yang mengeluh dampak dari diberhentikannya SKTM.  Mereka mengeluh karena keberatan harus berobat layaknya warga mampu lainnya. Padahal warga itu merupakan warga tidak mampu.

Hal serupa juga diakui Kades Lemana Tayono dam Kades Pancurendang Ajibarang Duryat. Mereka mengaku tidak bisa berbuat banyak akibat diberhentikannya SKTM. Sebab, surat tersebut sudah tidak berlaku untuk berobat gratis. “Kami tidak bisa berbuat apa-apa karena itu kebijakan Pemda,” tutur Duryat
Meski demikian, banyak Kades yang mengharapkan SKTM itu bisa diberlakukan kembali menyusul, warga yang meminta SKTM adalah warga yang benar-benar tidak mampu dan merupakan warga sakit yang harus secepatnya mendapat pertolongan.
Menurut Kades Pancurendang, Ajibarang Duryat, warga masih memerlukan SKTM. Apalagi dengan kondisi saat ini, cukup banyak perubahan status sosial yang tadinya mampu menjadi miskin.

Karena itu, berdasarkan perkiraan yang akan di hadapi di lapangan, aparat desa mengharapkan SKTM tetap diberlakukan meski desa telah mendapat data peserta jamkesmas tambahan. Pemberlakuan ini ditujukan untuk mengantisipasi perubahan derajat sosial di waktu yang akan datang.

Sementara sejumlah warga mengaku, tidak berlakunya SKTM sama saja sedang membunuh warga Banyumas secara perlahan. Karena mereka yang sudah dalam kondisi ekonomi¬† susah, kini harus menglmi kesulitan lagi. “Sepertinya pemerintah kok tidak pernah mendengar rakyatnya yah. Saya terimakasih saudara wartawan yang mau menyurakan suara kami ini,” ujar Rani, warga Ajibarang¬† (banyumasnews.com/n-1)

Tentang Penulis

Leave A Response